Pertamina Siap Ekspor Green Amonia Ke Jepang

0
560
Pertamina

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Power Indonesia berencana mengembangkan green ammonia atau amonia hijau dari panas bumi. Untuk pengembangan energi hijau tersebut, Pertamina akan menggandeng perusahaan Jepang.


“Salah satunya adalah dari geothermal menjadi green amonia yang akan kita ekspor ke Jepang bekerja sama dengan perusahaan Jepang sana. Itu yang sedang didorong,” kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Power Indonesia Fadli Rahman dalam acara Green Economic Forum di Jakarta, Senin (22/5/2023).

Dia mengatakan, pengembangan amonia hijau ini dalam studi kelayakan (feasibility study). Lanjutnya, untuk pengembangan amonia hijau ini membutuhkan investasi sekitar US$ 8 miliar hingga US$ 10 miliar atau sekitar Rp 118,4 triliun hingga Rp 148 triliun (kurs Rp 14.800).

“Sekali lagi ini masih dalam tahap FS gitu ya tapi estimasi awal bisa mencapai US$ 8-10 miliar,” ujarnya.

Dia mengatakan, studi kelayakan membutuhkan waktu 1 tahun atau rampung pada tahun depan. Jika studi kelayakan lancar, ekspor amonia hijau ini diperkirakan baru bisa jalan 2028 atau 2029 mendatang.

“2028-2029, ini masih lama pengembangannya,” katanya.

Dia menerangkan, kebutuhan Jepang akan amonia hijau sangat besar. Dia bilang, kebutuhan Jepang mencapai 30 juta ton per tahun. Sementara, kapasitas Pertamina masih kecil yakni 1 juta ton.

“Jadi masih kecil dibandingkan kebutuhan di sana. Artinya apa artinya marketnya akan ada, jadi kita akan secure market sedari dini,” terangnya.

Sumber asli: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here