Pertamina Perluas Jangkauan Titik Distribusi BBM dan LPG ke wilayah Pelosok Negeri

0
273

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hingga 2025, titik distribusi BBM telah mencapai 15.345 titik dan pangkalan LPG sebanyak 269.096 titik yang tersebar di 38 provinsi.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa Pertamina berupaya menjaga akses energi (accessibility), harga terjangkau (affordability), dan produk energi sesuai kebutuhan masyarakat (acceptability). Distribusi tidak hanya berfokus di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan berbagai moda transportasi darat, laut, maupun udara.

Sejak 2017 hingga 2024, Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading telah mengoperasikan 573 lembaga penyalur BBM Satu Harga. Program ini memastikan masyarakat 3T mendapat harga BBM yang sama dengan wilayah lain di Indonesia. Titik distribusi tersebar di Sumatera 86 titik, Kalimantan 112 titik, Sulawesi 60 titik, Nusa Tenggara 102 titik, Maluku 87 titik, Papua 121 titik, serta Jawa dan Bali 5 titik.

Selain BBM Satu Harga, Pertamina juga mendorong pengembangan Pertashop sebagai titik distribusi energi non-subsidi seperti Pertamax 92 dan Bright Gas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Dalam hal LPG subsidi, Pertamina mengimplementasikan program One Village One Outlet (OVOO) yang kini telah menjangkau 70.448 desa/kelurahan atau sekitar 98% wilayah Indonesia. Pangkalan resmi ini mempermudah masyarakat pelosok untuk mendapatkan LPG dengan harga sesuai ketentuan.

“Upaya distribusi energi bagi Pertamina tak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk menggerakkan industri sehingga ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik,” ujar Fadjar.

Pertamina menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemerataan energi nasional sejalan dengan Asta Cita pemerintah, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here