Pertamina Ungkap Proyek RDMP Balikpapan Siap Lakukan Uji Operasi RFCC

0
199

Proyek strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur kini memasuki fase krusial. Hingga pekan keempat September 2025, progres proyek telah mencapai 96,5 persen dan mulai masuk ke tahap uji coba peralatan (commissioning) serta awal pengoperasian kilang (start-up).

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, menyebut fase ini menjadi penentu keberhasilan proyek dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM).

“RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe memasuki fase krusial menuju commissioning dan start-up. Tahap ini akan menentukan keberhasilan proyek dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Taufik di Jakarta, Rabu (24/9).

Fasilitas Utama Mulai Beroperasi

Sejumlah fasilitas penting proyek sudah mulai beroperasi, di antaranya unit revamping pengolahan crude (minyak mentah), fasilitas gas Senipah, tangki penyimpanan crude, single point mooring (SPM), pipeline Lawe-Lawe, serta berbagai utilitas pendukung. Kehadiran fasilitas ini disebut meningkatkan efisiensi operasional kilang sekaligus mengurangi konsumsi LPG.

Proyek RDMP Balikpapan juga menargetkan peningkatan produksi LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun. Kenaikan 336 ribu ton ini diproyeksikan menurunkan impor LPG hingga 4,9 persen.

Persiapan RFCC, Simbol Ketahanan Energi

Kilang Balikpapan kini bersiap melakukan uji operasi Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dengan kapasitas 90 ribu barel per hari. Unit ini akan mengubah residu menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan propylene (bahan baku plastik).

“Unit RFCC menjadi prioritas utama dan simbol ketahanan energi nasional,” ujar Taufik.

Pada Agustus lalu, KPI telah melakukan pemasukan katalis ke dalam hopper sebagai tahap penting sebelum initial start-up. Unit RFCC ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan IV 2025.

Standar Lingkungan Lebih Tinggi

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd, proyek ini juga akan menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik, naik dari standar Euro 2 menjadi Euro 5 yang ramah lingkungan.

“RDMP Balikpapan sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Astacita, delapan program prioritas pemerintah. Proyek ini berkontribusi langsung memperkuat ketahanan ekonomi melalui peningkatan kapasitas kilang dan kemandirian energi,” tutup Taufik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here