Produksi BBM Setara Euro 5, RDMP Balikpapan Jadi Kilang Modern dan Mampu Kurangi Emisi

0
13

Pengamat otomotif Bebin Djuana menyambut positif kehadiran kilang baru Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diklaim mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) setara standar Euro 5. Keberadaan kilang ini dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 41 persen pada 2030.

“Mata dunia bisa melihat Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, kemampuan memproduksi BBM berstandar tinggi tersebut akan mengubah persepsi publik yang selama ini kerap menjadikan sektor otomotif sebagai kambing hitam penyumbang polusi udara terbesar di Tanah Air. Dengan BBM yang lebih bersih, kontribusi emisi dari kendaraan bermotor dapat ditekan secara signifikan.

“Euro 5 itu membuat mesin menjadi lebih bersih dan kualitas udara juga ikut membaik,” jelasnya.

Bebin mencontohkan praktik di Jerman, di mana kendaraan taksi berbahan bakar diesel Euro 5 tetap memiliki kondisi mesin yang bersih meski telah menempuh jarak hingga 400.000 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa standar BBM berpengaruh besar terhadap performa mesin dan emisi kendaraan.

“Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar yang ramah lingkungan bagi masyarakat,” tuturnya. Ia pun berharap kilang-kilang Pertamina lainnya segera menyusul memproduksi BBM berstandar serupa.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin menilai bahwa modernisasi dan peningkatan kapasitas kilang minyak nasional melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) sejatinya bisa dilakukan lebih awal. Ia mengungkapkan bahwa pembahasan RDMP telah dimulai sejak 2012.

“RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya,” ujarnya.

Bahkan, menurut Ahmad, penerapan BBM setara Euro 4 seharusnya sudah dapat dilakukan sejak 2014, meskipun pada praktiknya baru terealisasi pada 2016. KPBB pun terus mendorong percepatan peralihan menuju BBM yang lebih bersih dengan menghentikan penjualan bahan bakar berkualitas rendah seperti Premium, Solar, hingga Pertalite, untuk digantikan dengan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Oleh karena itu, Ahmad berharap Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga serius mendorong produksi BBM berkualitas tinggi setara Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi.

“Presiden mesti serius dalam mewujudkan RDMP selama tiga tahun ke depan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penyediaan udara bersih merupakan kewajiban negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H UUD 1945, yang mengatur hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pemerintah juga diwajibkan menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan mega proyek RDMP Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026). Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini menjadi langkah konkret Pertamina dalam mendukung target net zero emission.

BBM berstandar Euro 5 diketahui mampu menurunkan emisi nitrogen oksida (NOx) dan partikulat padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyebab utama polusi udara di kawasan perkotaan. Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan ini memastikan setiap liter BBM yang diproduksi tidak hanya bertenaga tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here