DPR: RDMP Balikpapan Dapat Menurunkan Ketergantungan Indonesia terhadap Impor BBM

0
161

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/1/2026). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai beroperasinya kilang tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan kemandirian pengolahan minyak di dalam negeri.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan bahwa peningkatan kapasitas produksi kilang Balikpapan akan berdampak langsung terhadap penurunan ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita.

“Peresmian RDMP Balikpapan merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas kilang yang meningkat, ketergantungan terhadap impor BBM dapat ditekan secara bertahap,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis.

Dengan beroperasinya RDMP, kapasitas Kilang Balikpapan meningkat dari sebelumnya 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, menjadikannya kilang terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas ini dinilai memperkuat stabilitas pasokan energi nasional sekaligus meminimalkan risiko gangguan distribusi BBM.

Bambang menambahkan bahwa penguatan infrastruktur energi melalui modernisasi kilang merupakan bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi dan memperkokoh ketahanan nasional. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Selain memperkuat ketahanan energi, RDMP Balikpapan juga dinilai memperkokoh struktur industri pengolahan migas nasional. Modernisasi kilang mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta memperkuat sektor energi sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.

“Komisi XII DPR RI mendukung penuh langkah pemerintah dalam memodernisasi kilang nasional. RDMP Balikpapan harus menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” kata Bambang.

RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi sekitar US$7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa beroperasinya kilang ini akan secara signifikan menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Pemerintah bahkan menargetkan penghentian impor solar secara bertahap, dimulai dari solar CN 48 pada awal 2026 dan berlanjut ke solar CN 51 pada semester II 2026.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih sekitar Rp60 triliun lebih per tahun karena kapasitas produksi bertambah 100.000 barel per hari,” ujar Bahlil.

Selain peningkatan kapasitas produksi, RDMP Balikpapan juga mampu menghasilkan BBM dengan kualitas lebih tinggi dan ramah lingkungan. Produk BBM kini telah memenuhi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm, meningkat signifikan dibandingkan standar sebelumnya Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm.

“Sekarang kualitasnya sudah menuju setara Euro 5 dan ini sejalan dengan target net zero emission,” tambah Bahlil.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional semakin kuat, impor BBM dapat ditekan, dan efisiensi ekonomi nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here