Kinerja Gemilang Sepanjang 2025: Pertamina Catat Produksi Migas Tembus 1,03 Juta Barel per Hari

0
184

Kinerja hulu minyak dan gas bumi (migas) PT Pertamina (Persero) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hingga akhir Desember 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatatkan produksi migas mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).

Produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Capaian ini menegaskan peran strategis PHE dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan dinamika global sektor migas.

Selain capaian produksi, aktivitas operasi PHE sepanjang 2025 juga menunjukkan kinerja yang solid. Perusahaan berhasil merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan. Di sektor eksplorasi, PHE melaksanakan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi 20 sumur untuk memperkuat keberlanjutan cadangan migas nasional.

PHE juga mencatatkan capaian signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas. Penemuan sumber daya kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan kontribusi terbesar berasal dari sumur migas non-konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan. Sementara itu, penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE).

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan.

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.

Untuk mendukung peningkatan produksi, PHE melakukan berbagai inisiatif strategis, termasuk program Put on Production and Exploration (POPE) pada sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima. Selain itu, keberhasilan pemboran di sejumlah struktur strategis seperti Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat, mendorong Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Regional Sumatra mencatatkan rekor produksi minyak hingga 30 ribu barel per hari.

Dalam upaya mengoptimalkan produksi di lapangan tua, PHE juga menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di Wilayah Kerja Rokan. Teknologi ini menjadikan Pertamina sebagai pionir penerapan MSF di Indonesia, sekaligus membantu menekan laju penurunan produksi dan meningkatkan efisiensi pengangkatan minyak.

Kinerja produksi tersebut turut diperkuat oleh sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi, di antaranya Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam, Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan, serta Proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori.

Selain itu, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran, yang dioperasikan PHE Jambi Merang, berhasil onstream dengan produksi mencapai 451,42 barel per hari, melampaui target awal sebesar 400 barel per hari.

Hermansyah menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional.

“Proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuktikan bahwa teknologi dan inovasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.

Ke depan, PHE akan terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Perusahaan juga berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta sistem manajemen anti-penyuapan berstandar ISO 37001:2016 sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Dengan kinerja hulu migas yang terus meningkat, Pertamina optimistis dapat memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here