Surplus dari Kilang RDMP Balikpapan, ESDM: RI Setop Impor Solar Tahun Ini!

0
12
RDMP Balikpapan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Indonesia berpeluang menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada tahun 2026. Langkah ini dimungkinkan setelah beroperasinya kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang meningkatkan produksi solar dalam negeri secara signifikan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan tambahan produksi dari kilang RDMP Balikpapan akan membuat pasokan solar nasional mengalami surplus. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menghentikan impor solar yang selama ini masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Bisa kita setop impor solar,” ujar Laode dalam podcast di kanal YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia masih mengimpor lebih dari 4 juta kiloliter (KL) solar pada 2025. Sementara itu, produksi solar dalam negeri saat ini mencapai sekitar 19 juta KL per tahun. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi solar nasional akan bertambah sekitar 7 juta KL per tahun, sehingga total pasokan diperkirakan mencukupi bahkan melebihi kebutuhan domestik.

Tak hanya solar jenis CN48, pemerintah juga menargetkan penghentian impor solar berkualitas tinggi jenis CN51. Selama ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 600 ribu KL solar CN51. Pemerintah optimistis penghentian impor solar CN51 dapat direalisasikan pada semester kedua 2026.

“Kita sudah komitmen langsung dengan Pertamina, baik direksi maupun komisaris, bahwa setelah CN48, di semester kedua diusahakan yang CN51 juga bisa dihentikan. Jadi, dalam tahun ini solar tuntas,” jelas Laode.

Untuk memastikan transisi berjalan lancar, pemerintah telah mengambil langkah mitigasi dengan memanfaatkan kuota impor yang tersisa hingga Maret 2026. Setelah itu, badan usaha diminta menjalin kerja sama langsung dengan Pertamina melalui skema business to business (B2B) guna memenuhi kebutuhan solar dari produksi dalam negeri.

Beroperasinya kilang RDMP Balikpapan menjadi faktor kunci dalam peningkatan kapasitas produksi energi nasional. Modernisasi kilang ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari sebelumnya 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Tambahan kapasitas tersebut memungkinkan peningkatan produksi berbagai jenis BBM, termasuk solar.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, peningkatan produksi dalam negeri juga diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor, menghemat devisa negara, serta memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Dengan tercapainya target penghentian impor solar, Indonesia dinilai semakin dekat menuju swasembada energi, sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here