Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

0
4

PT Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah kekhawatiran masyarakat akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena distribusi energi masih berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan ketahanan stok BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara saat ini berada dalam kondisi aman.

“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus masih aman,” ujar Ahad, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan ketersediaan BBM akan terus dipasok secara berkala sesuai jadwal perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Sampai saat ini distribusi aman dan lancar, tidak ada kendala. Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektoral agar distribusi ini bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.

Antisipasi Kelangkaan Energi

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina juga menerapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) guna memastikan distribusi energi tetap stabil di berbagai kondisi.

Ahad menegaskan perusahaan juga terus memantau situasi secara intensif serta memperkuat manajemen risiko guna memastikan operasional tetap berjalan lancar.

“Kami terus memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” jelasnya.

Pasokan Lebaran Dijamin Aman

Selain menghadapi dinamika geopolitik global, Pertamina juga memastikan ketersediaan BBM untuk kebutuhan masyarakat selama periode Idul Fitri.

Ahad meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan stabil.

“Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kami juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kekhawatiran Masyarakat

Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat sempat muncul setelah pemerintah menyebut cadangan BBM nasional berada pada kisaran 20 hari.

Salah satu warga Bangkalan, Syamsul Arifin, mengaku sempat khawatir akan potensi kelangkaan BBM di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

“Ya tentu khawatir, apalagi perangnya masih terus berlanjut. Kita tidak tahu ke depan pasokan BBM ini bagaimana,” katanya.

Namun demikian, Pertamina menegaskan pasokan BBM nasional tetap aman karena distribusi energi dilakukan secara berkala dan dipantau secara ketat untuk menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here