Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan energi nasional selama puncak arus mudik Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini disampaikan dalam Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.
Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Tim Posko Nasional ESDM, Erika Retnowati, mengatakan distribusi energi sejauh ini berjalan lancar berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Upaya ini dilakukan agar distribusi energi bagi masyarakat tetap lancar,” ujar Erika, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa puncak arus mudik pertama pada 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran) telah dilalui dengan baik tanpa gangguan signifikan.
“Kami ucapkan terima kasih, puncak arus mudik pertama dapat kita lalui dengan lancar,” tambahnya.
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan di Sumatera
BPH Migas juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara (Sumbagut), yang diperkirakan mengalami lonjakan kebutuhan BBM seiring meningkatnya arus pemudik dari Jawa.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menegaskan pentingnya optimalisasi skema distribusi energi, termasuk metode Regular, Alternative, dan Emergency (RAE).
“Diperlukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM karena pemudik datang tidak hanya dari Sumatera, tetapi juga dari Jawa,” jelasnya.
Distribusi BBM, Gas, dan Listrik Stabil
Secara umum, BPH Migas menilai proses penyediaan hingga distribusi BBM berjalan optimal. Anggota Komite Eman Salman Arief menyebut kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran pasokan energi.
“Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk menjamin distribusi energi tetap lancar dan aman,” ujarnya.
Di sisi lain, penyaluran gas bumi melalui jaringan pipa juga terpantau stabil. Infrastruktur gas dinyatakan dalam kondisi andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa ketahanan stok BBM dan LPG selama periode RAFI berada pada level memadai dan terus diperbarui dari berbagai sumber pasokan.
Listrik Aman, Beban Turun Saat Lebaran
Dari sektor kelistrikan, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman. Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PLN, Jarot Setyawan, menyebut beban puncak saat Lebaran diperkirakan turun sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal.
Cadangan daya pembangkit pun dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional selama periode libur.
Waspada Bencana Geologi
Sementara itu, Badan Geologi Kementerian ESDM terus melakukan pemantauan terhadap potensi bencana, termasuk aktivitas gunung api seperti Semeru, Marapi, dan Ili Lewolotok, serta potensi longsor di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan pasokan energi.








