Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman di tengah gejolak konflik Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan efisiensi yang tengah disiapkan bukan karena kelangkaan, melainkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas energi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional masih mencukupi dan tidak mengalami gangguan.
“Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM. Sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
WFH Jadi Opsi Efisiensi Energi
Menurut Prasetyo, pemerintah tengah merumuskan sejumlah kebijakan efisiensi konsumsi BBM, salah satunya melalui skema kerja dari rumah (work from home/WFH).
Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan di tengah lonjakan harga minyak global.
Ia menyebut, opsi WFH kemungkinan diterapkan satu hari dalam sepekan, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor yang memungkinkan.
Namun demikian, tidak semua sektor akan menerapkan kebijakan tersebut.
“Sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tentu tidak menjadi bagian dari kebijakan ini karena harus tetap berjalan normal,” jelasnya.
Arahan Presiden Hadapi Dampak Konflik Global
Sebelumnya, Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran pemerintah untuk menyiapkan langkah penghematan energi sebagai respons terhadap dampak konflik global, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam sidang kabinet pada 13 Maret 2026, Presiden menekankan pentingnya efisiensi konsumsi energi nasional, termasuk dengan mengurangi mobilitas harian.
“Berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet, dan melaksanakan penghematan besar-besaran,” ujar Prabowo.
Fokus pada Efisiensi, Bukan Krisis
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini merupakan langkah strategis jangka pendek untuk menghadapi dinamika global, bukan karena adanya krisis pasokan energi di dalam negeri.
Selain WFH, berbagai opsi lain seperti pengaturan hari kerja dan pengurangan aktivitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM juga tengah dikaji.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap stabilitas energi nasional tetap terjaga, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan energi di tengah ketidakpastian global.








