Stok BBM Arus Balik Aman, Warga Diimbau Tak Perlu Panic Buying BBM!

0
4
RDMP Balikpapan

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tetap aman dan terjaga selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Per 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi sangat memadai, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi. Penyaluran dari terminal BBM ke berbagai SPBU juga dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.

“Pemerintah, sebagaimana arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM terus dijaga. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan sesuai standar pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh personel Pertamina yang bekerja 24 jam untuk menjaga distribusi energi tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia.

Imbauan Tidak Panic Buying

Menjelang arus balik Lebaran, BPH Migas kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian berlebihan dinilai justru berpotensi mengganggu distribusi energi di lapangan.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat Pertamina Delivery Service (PDS) melalui call center 135 jika membutuhkan BBM di perjalanan.

Distribusi Diperkuat di Kalimantan Barat

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa penguatan distribusi BBM terus dilakukan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan permintaan.

“Kami menegaskan suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Saat ini kondisi sudah berangsur kondusif,” jelasnya.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik penimbunan serta aktivitas spekulan yang dapat mengganggu distribusi BBM.

Antrean SPBU Mulai Normal

Di Kalimantan Barat, sejak malam takbiran 20 Maret 2026, suplai BBM ke SPBU ditingkatkan secara signifikan. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak bahkan dioperasikan selama 24 jam untuk mengurai antrean.

Hasilnya, kondisi antrean kendaraan yang sebelumnya panjang kini mulai berangsur normal.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut penyaluran BBM di wilayah tersebut secara umum berjalan lancar.

“Kondisi antrean di Pontianak dan Kubu Raya sudah normal, sementara wilayah lain masih dalam proses penanganan,” ujarnya.

Konsumsi BBM Meningkat Saat Mudik

Selama periode Satgas 9–22 Maret 2026, konsumsi BBM di Kalimantan Barat mengalami peningkatan signifikan. Penyaluran bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari atau naik 19,8 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, penyaluran solar tercatat 1.420 kiloliter per hari atau turun 3,7 persen dari kondisi normal.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina menambah armada mobil tangki serta mengoperasikan Integrated Terminal (IT) Pontianak selama 24 jam penuh.

Energi Aman, Masyarakat Diminta Tenang

Dengan berbagai langkah penguatan distribusi dan pengawasan, pemerintah memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

BPH Migas pun mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan, sehingga stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here