Di tengah kenaikan harga energi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Indonesia justru tercatat sebagai negara dengan harga bahan bakar minyak (BBM) paling murah di kawasan Asia Tenggara, terutama untuk BBM bersubsidi.
Berdasarkan data per 30 Maret 2026, harga bensin di Indonesia berada di kisaran US$0,73 per liter (Rp12.390) dan diesel US$0,86 per liter (Rp14.620). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Perbandingan Harga BBM di ASEAN
Beberapa perbandingan harga BBM di kawasan:
- Singapura: Bensin Rp43.195/liter | Diesel Rp50.544/liter
- Laos: Bensin Rp30.192/liter | Diesel Rp32.064/liter
- Thailand: Bensin Rp27.155/liter | Diesel Rp20.756/liter
- Filipina: Bensin Rp26.948/liter | Diesel Rp33.506/liter
- Malaysia: Bensin Rp16.225/liter | Diesel Rp23.143/liter
- Vietnam: Bensin Rp15.905/liter | Diesel Rp22.997/liter
- Indonesia: Bensin Rp12.390/liter | Diesel Rp14.620/liter
Data tersebut menunjukkan selisih harga yang cukup signifikan, terutama jika dibandingkan dengan negara maju seperti Singapura.
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026
Sementara itu, harga BBM di SPBU PT Pertamina (Persero) per 1 April 2026 di wilayah DKI Jakarta adalah:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter
- Solar subsidi: Rp6.800/liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
- Pertamax Green (RON 95): Rp12.900/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
- Dexlite: Rp14.200/liter
- Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Pemerintah Pastikan Harga Tetap Stabil
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
“Oleh karena itu Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” ujarnya.
Jadi Penyangga Daya Beli
Harga BBM Indonesia yang relatif rendah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga komoditas global.
Di saat banyak negara ASEAN mengalami lonjakan harga energi, kebijakan stabilisasi harga di Indonesia dinilai mampu menahan dampak inflasi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Dengan kondisi ini, Indonesia tetap berada pada posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan perlindungan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.







