Kebijakan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah tekanan geopolitik global.
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat.
“Kita apresiasi karena harga BBM tidak dinaikkan, termasuk langkah pemerintah yang memastikan stok BBM tetap aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

4
Menurut Mufti, kebijakan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah kenaikan harga energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai kepastian pasokan energi menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Peran Strategis Pertamina
Mufti juga menyoroti peran PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN energi yang dinilai berhasil menjaga distribusi dan ketersediaan BBM tetap lancar di seluruh Indonesia.
“Kalau stok betul aman, tentu itu sesuatu yang bagus. Ini berkat kinerja baik pemerintah, terutama Pertamina,” katanya.
Kebijakan Berani di Tengah Tren Global
Lebih lanjut, Mufti menyebut kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai langkah berani. Pasalnya, banyak negara lain justru menaikkan harga BBM akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
“Ini sebuah terobosan di saat negara lain menaikkan harga BBM,” ujarnya.
Didukung Kekuatan Fiskal
Di sisi fiskal, pemerintah disebut telah menyiapkan bantalan anggaran melalui tambahan subsidi BBM yang diperkirakan mencapai Rp90 hingga Rp100 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kapasitas fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut, bahkan di tengah kenaikan harga minyak global.
Strategi Jaga Ketahanan Ekonomi
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi harga BBM merupakan bagian dari strategi besar menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Dengan harga yang tetap terkendali dan pasokan yang terjamin, Indonesia dinilai mampu meredam dampak gejolak pasar energi global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.








