Pertamina Capai Target Emisi, Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

0
35
Pertamina Capai Target Emisi

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Hingga Februari 2026, Pertamina berhasil mencatat penurunan emisi karbon sebesar 354.609 ton CO₂e, atau 112% dari target periode berjalan.

Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa transformasi energi yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil nyata di tengah dinamika global sektor energi.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan program efisiensi energi di seluruh lini bisnis, mulai dari hulu hingga hilir.

“Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus bergerak menuju energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan energi tidak hanya bergantung pada teknologi dan operasional perusahaan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak.

Kontribusi Seluruh Subholding

Capaian penurunan emisi Pertamina didorong oleh kolaborasi lintas sektor internal, di antaranya:

  • Subholding Upstream → kontributor terbesar, melampaui target efisiensi
  • Subholding Downstream & Gas → optimalisasi operasional dan efisiensi energi
  • Pertamina New & Renewable Energy → pengembangan energi baru terbarukan
  • Integrated Marine Logistics → efisiensi operasional dan elektrifikasi

Beberapa program konkret yang dijalankan meliputi:

  • Optimasi gas turbin (efisiensi hingga 12 MMSCFD)
  • Implementasi biofuel
  • Pemanfaatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)
  • Upgrade sistem operasional kilang

Target Ambisius Menuju Net Zero Emission

Pertamina menargetkan total pengurangan emisi sepanjang 2026 mencapai 1.962.156 ton CO₂e sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060 Indonesia.

Untuk mencapainya, perusahaan memperkuat berbagai kebijakan strategis seperti:

  • Penerapan internal carbon pricing
  • Pengembangan proyek rendah karbon
  • Integrasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam bisnis

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Pertamina juga menekankan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh produksi dan distribusi, tetapi juga oleh pola konsumsi masyarakat.

Penggunaan energi secara bijak—seperti menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan efisiensi listrik—dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas energi nasional.

“Perilaku hemat energi memiliki dampak besar dalam menjaga ketahanan energi, terutama di tengah dinamika global,” tambah Baron.

Dorong Energi Bersih hingga Desa

Selain di sektor industri, Pertamina juga memperluas dampak melalui program berbasis masyarakat seperti Desa Energi Berdikari, yang mendorong pemanfaatan energi terbarukan di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

Pengakuan Global di Sektor ESG

Atas berbagai upaya tersebut, Pertamina berhasil mempertahankan ESG Risk Rating kategori medium dari lembaga pemeringkat global Sustainalytics, bahkan menempati peringkat 1 dari 54 perusahaan dunia di subindustri minyak dan gas terintegrasi.

Optimisme Menuju Energi Berkelanjutan

Dengan capaian awal tahun yang melampaui target, Pertamina optimistis dapat mencapai target dekarbonisasi tahunan sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi nasional yang tidak hanya andal dan terjangkau, tetapi juga semakin ramah lingkungan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam memastikan transisi energi berjalan berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here