Dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus menguat. DPR menilai langkah tersebut penting untuk menjaga ketenangan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi merupakan kebijakan yang telah melalui perhitungan matang, terutama dari sisi fiskal negara.
“Arahan Presiden untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi didukung perhitungan cermat dengan memperhatikan ruang fiskal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
6
Misbakhun menilai, menahan harga BBM subsidi merupakan langkah strategis untuk:
- Menjaga daya beli masyarakat
- Mengendalikan inflasi
- Menjamin stabilitas ekonomi nasional
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia tidak seharusnya langsung direspons dengan menaikkan harga BBM dalam negeri, karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat luas.
Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah
Kebijakan ini merujuk pada perhitungan Kementerian Keuangan yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa, yang memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
Subsidi Difokuskan untuk 80% Rakyat
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa subsidi BBM akan diprioritaskan bagi mayoritas masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
“BBM bersubsidi akan kita pertahankan untuk rakyat kecil… sekitar 80 persen rakyat kita,” tegas Prabowo.
Sementara itu, masyarakat mampu diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi dengan harga mengikuti mekanisme pasar.
Ketahanan Pangan Juga Jadi Penopang
Selain sektor energi, DPR juga menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional yang dinilai sangat kuat.
Misbakhun mengungkapkan stok pangan nasional saat ini mencapai sekitar 4,4 juta ton, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa pemerintah siap menjaga stabilitas ekonomi secara menyeluruh.
Imbauan Jaga Stabilitas Sosial
Di tengah banyaknya isu kenaikan harga dan ketidakpastian global, DPR mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Rakyat butuh ketenangan, bukan dipanasi dengan isu yang bisa menimbulkan gejolak sosial,” tegas Misbakhun.
Optimisme Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski konflik di Timur Tengah memengaruhi jalur distribusi global seperti Selat Hormuz.
Dengan strategi diversifikasi sumber energi dan optimalisasi sumber daya dalam negeri, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjaga ketahanan energi di tengah gejolak global.
Kebijakan menahan harga BBM subsidi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memilih menjaga stabilitas sosial dan ekonomi domestik, meski harus menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi dunia.








