Pertamina Penuhi 70 Persen Kebutuhan BBM Nasional Lewat Enam Kilang

0
235

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Melalui optimalisasi enam kilang yang tersebar dari Sumatera hingga Papua, Pertamina mampu memasok hingga 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Enam kilang tersebut meliputi Kilang II Dumai (Sumatera) hingga Kilang VII Kasim (Papua). Fasilitas ini menjadi tulang punggung produksi energi nasional, menghasilkan BBM, Avtur, LPG, serta produk petrokimia sesuai standar internasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan sebagai perusahaan milik negara, Pertamina memegang mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi.

“Pertamina terus meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional agar pasokan BBM dan LPG aman. Produksi dalam negeri juga mendukung pengurangan beban devisa negara serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Fadjar dalam keterangannya, Kamis (25/9).

Menurut Fadjar, Subholding Refinery & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional kini mengoperasikan enam kilang yang tidak hanya memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional, tetapi juga 100 persen kebutuhan Avtur untuk penerbangan dan Solar (Diesel) dari produksi dalam negeri.

Saat ini kapasitas produksi enam kilang mencapai 1,05 juta barel per hari, dan ditargetkan meningkat signifikan menjadi 1,4 juta barel per hari setelah proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Balikpapan rampung.

Untuk mendukung operasional kilang, Pertamina juga menggenjot produksi migas. Sepanjang 2024, Subholding Hulu Pertamina mencatat produksi mencapai 1 juta barel setara minyak per hari, dengan kontribusi 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional. Hasil produksi migas ini menjadi bahan baku utama pengolahan di kilang Pertamina.

“Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina menjalankan rantai bisnis dari hulu hingga hilir—mulai dari produksi migas, pengolahan di kilang, hingga penyaluran energi ke konsumen. Energi dipastikan sampai di ‘pintu depan’ masyarakat melalui fasilitas dan moda transportasi yang dikelola perusahaan,” tutup Fadjar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here