Pertamina Imbau Masyarakat Waspada Hoaks, Pastikan Kebenaran Informasi

0
214

PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk disinformasi dan hoaks yang beredar di media sosial terkait bahan bakar minyak (BBM) maupun aktivitas perusahaan. Sejumlah informasi palsu yang menyebar dinilai dapat menimbulkan keresahan dan mencoreng reputasi Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN).

Penjabat Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa belakangan ini marak beredar informasi menyesatkan yang diarahkan kepada Pertamina dan pemerintah, mulai dari isu pembatasan pembelian BBM hingga pengujian kualitas bahan bakar dengan alat tidak resmi.

“Masyarakat perlu mewaspadai hoaks seperti pembatasan pembelian BBM, pengujian-pengujian yang tidak dilakukan oleh ahlinya, hingga rekrutmen fiktif yang mengatasnamakan Pertamina,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Minggu (5/10).

Ia menegaskan bahwa penyebaran hoaks tersebut sangat disayangkan karena tidak hanya merugikan Pertamina sebagai perusahaan, tetapi juga pemerintah yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Klarifikasi Pertamina Patra Niaga atas Hoaks yang Beredar

Pertamina Patra Niaga memaparkan sejumlah klarifikasi atas informasi yang beredar, antara lain:

  1. Pengujian RON dengan Alat Portabel Tidak Sah
    Pertamina menegaskan bahwa hasil pengujian Research Octane Number (RON) BBM menggunakan alat portabel seperti Oktis-2 tidak valid secara ilmiah. Penetapan angka oktan hanya dapat dilakukan dengan mesin Cooperative Fuel Research (CFR) Engine sesuai standar internasional ASTM D2699.
    “Alat portabel hanya mengukur sifat dielektrik bahan bakar, bukan ketahanan terhadap detonasi. Karena itu, hasilnya tidak bisa dijadikan acuan resmi,” jelas Roberth.
  2. Isu Pembatasan Pengisian BBM Tidak Benar
    Informasi yang menyebutkan pembatasan pengisian BBM hingga tujuh hari untuk mobil dan empat hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan, adalah hoaks. Pertamina memastikan penyaluran BBM, termasuk subsidi, berjalan normal sesuai mekanisme pemerintah.
  3. Video Kebakaran SPBU
    Video yang diklaim menunjukkan kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM adalah rekaman lama dari insiden di Aceh pada 2024 dan tidak terkait dengan kondisi saat ini.
  4. Video Viral Lumajang Bukan Penjarahan SPBU
    Video yang memperlihatkan kerumunan warga di SPBU Lumajang juga tidak benar. Kejadian tersebut merupakan bagian dari karnaval di Desa Sentul pada 17 September 2025, bukan aksi protes atau penjarahan.

Ajak Masyarakat Cek Informasi dari Sumber Resmi

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan, yakni Pertamina Call Center 135 dan akun media sosial resmi @pertamina135.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan kebenarannya hanya melalui sumber resmi,” tegas Roberth.

Dengan langkah klarifikasi ini, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu yang beredar di ruang digital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here