BPKN Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM akibat Konflik Global, Stok Energi Dipastikan Aman

0
5

Isu potensi gangguan pasokan energi global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran memicu kepanikan di sejumlah daerah di Indonesia. Di beberapa wilayah, masyarakat dilaporkan mulai membeli bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar karena khawatir terjadi kelangkaan.

Fenomena panic buying tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh. Warga di wilayah tersebut terlihat membeli BBM lebih banyak dari biasanya setelah muncul kekhawatiran mengenai terganggunya distribusi energi akibat eskalasi konflik internasional.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Ketua BPKN RI Mufti Mubarok mengatakan masyarakat tidak perlu terpancing oleh isu yang beredar mengenai potensi krisis energi global.

“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Mufti, Sabtu (7/3/2026).

Panic Buying Bisa Picu Kelangkaan Semu

Mufti menjelaskan bahwa kepanikan masyarakat justru berpotensi menimbulkan kelangkaan semu di lapangan. Hal tersebut dapat terjadi karena lonjakan pembelian dalam waktu singkat membuat distribusi BBM menjadi tidak seimbang.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan ketersediaan pasokan yang sebenarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap ketersediaan energi nasional.

“Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,” ujarnya.

Negara Wajib Menjamin Pasokan Energi

Mufti menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” katanya.

Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah penumpang.

Hal ini dapat terjadi jika sebagian masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sebagai upaya menghemat penggunaan energi.

“Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,” ujar Mufti.

Pertamina Diminta Pastikan Distribusi Lancar

Di sisi lain, BPKN meminta PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.

“Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” katanya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa stok energi nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi juga mengingatkan bahwa panic buying justru dapat mengganggu stabilitas distribusi BBM.

“Jika masyarakat membeli secara berlebihan, maka distribusi yang sebenarnya cukup bisa menjadi terganggu,” ujarnya.

Karena itu, berbagai pihak mengharapkan masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak agar stabilitas pasokan BBM nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here