Dewan Ekonomi Nasional Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

0
5

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirazi menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih mencukupi. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan BBM.

Menurut Kholid, informasi mengenai cadangan BBM nasional yang berada pada kisaran 20 hari kerap disalahartikan oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan cadangan operasional yang bersifat sirkuler dan terus diperbarui oleh badan usaha energi seperti PT Pertamina (Persero).

“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Cadangan Energi Bersifat Sirkuler

Kholid menjelaskan bahwa dalam sistem ketahanan energi nasional terdapat tiga jenis cadangan energi, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional.

Cadangan yang sering disebut berada pada kisaran 20–23 hari merupakan cadangan operasional yang disediakan oleh badan usaha seperti Pertamina.

Cadangan operasional tersebut bersifat sirkuler karena stok terus diperbarui. Artinya, ketika BBM disalurkan ke masyarakat, pasokan baru juga terus didatangkan melalui produksi dalam negeri maupun impor.

“Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” jelasnya.

Sementara itu, cadangan penyangga energi merupakan cadangan yang wajib disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE).

Pasokan BBM Dipastikan Aman

Kholid menegaskan bahwa kondisi pasokan BBM nasional saat ini dipastikan tetap aman, termasuk menjelang periode Idul Fitri.

Ia menyebutkan cadangan Pertalite bahkan mencapai sekitar 28 hari dan Pertamax sekitar 29 hari. Selain itu, pasokan avtur untuk kebutuhan penerbangan juga berada dalam kondisi mencukupi.

Di sisi lain, produksi minyak dalam negeri juga terus berjalan melalui kegiatan pengeboran, eksplorasi, serta penambahan cadangan migas yang dilakukan oleh Pertamina.

Cadangan Indonesia Lebih Tinggi dari Beberapa Negara

Senada dengan Kholid, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari merupakan cadangan operasional yang berada di fasilitas penyimpanan atau storage.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan berarti BBM akan habis setelah 20 hari karena Pertamina secara terus-menerus mendatangkan pasokan baru.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketika hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu bahkan lebih, karena bisnis mereka harus terus berjalan,” kata Komaidi.

Menurutnya, cadangan operasional BBM Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara. Vietnam misalnya memiliki cadangan sekitar 15 hari, sedangkan Laos hanya sekitar 10 hari.

Karena itu, Komaidi mengimbau masyarakat tetap tenang, terutama menjelang periode Idul Fitri ketika konsumsi energi biasanya meningkat.

Ia menambahkan Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk melalui pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri untuk memastikan distribusi energi tetap lancar.

“Stok di masing-masing wilayah juga sudah dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here