Mendagri Imbau Warga Tak Panic Buying BBM dan Beras Jelang Lebaran, Stok Dipastikan Aman

0
3

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan beras menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran publik terkait potensi kelangkaan pasokan dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional.

Tito memastikan bahwa stok kebutuhan pokok masyarakat saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.

“Jadi masyarakat tidak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” kata Tito dalam keterangan resmi usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026).

Menurut Tito, pemerintah mencatat stok beras nasional saat ini mencapai sekitar empat juta ton. Sementara itu, pasokan BBM juga dipastikan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Pemerintah Pastikan Stabilitas Pasokan

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tito juga menginstruksikan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk segera melakukan rapat internal guna memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di daerah masing-masing.

Ia menilai langkah antisipatif tersebut penting untuk menjaga kelancaran rantai distribusi agar tidak terjadi gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Kepala daerah segera rapat dan berkoordinasi bersama distributor serta pengusaha terkait kesiapan pasokan pangan,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan barang, Tito juga meminta pemerintah daerah memperhatikan aspek keamanan menjelang arus mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah daerah diminta melakukan pengamanan di lokasi wisata serta mengatur arus mudik secara efektif guna mencegah potensi kerumunan yang tidak terkendali.

“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat pada saat arus mudik maupun di lokasi-lokasi wisata,” katanya.

Kepala Daerah Diminta Siaga di Wilayah

Sebagai langkah pengendalian situasi menjelang Lebaran, Mendagri juga menerbitkan instruksi agar seluruh kepala daerah tetap berada di wilayah tugas masing-masing mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026.

Kehadiran langsung para kepala daerah dinilai penting untuk memastikan stabilitas harga, kelancaran distribusi kebutuhan pokok, serta keamanan masyarakat selama periode perayaan hari besar keagamaan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan yang dapat memicu panic buying dan mengganggu stabilitas pasokan di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here