Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah memastikan ketersediaan energi dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan mudik.
“Walaupun saat ini kita semua menghadapi situasi global yang berdampak pada harga minyak, namun pemerintah memastikan bahwa untuk posisi minyak BBM dan elpiji saat ini cukup. Jadi, tidak usah ada panic buying. Semuanya akan dilayani karena stok kita cukup,” kata Sigit usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurut Sigit, pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap ketersediaan energi selama periode mudik Lebaran agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Operasi Ketupat Libatkan 161 Ribu Personel
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.
Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 13 hari.
“Gelar pasukan ini menjadi penanda bahwa kita mulai melaksanakan pengamanan rangkaian kegiatan mudik, arus balik, termasuk pengamanan shalat Idul Fitri dan kegiatan masyarakat di tempat wisata,” ujar Sigit.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kepadatan Lalu Lintas
Selain pengamanan arus mudik, aparat juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode Lebaran. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana seperti banjir dan tanah longsor, Polri telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menyiapkan lokasi evakuasi serta skenario penanganan bencana.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah jalur untuk mengurai kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik.
Rekayasa tersebut meliputi sistem contraflow, one way, hingga pengaturan lalu lintas menggunakan traffic cone di jalan tol maupun jalur arteri. Di kawasan penyeberangan, petugas juga menyiapkan skema buffer zone serta sistem keberangkatan berdasarkan urutan kedatangan kendaraan.
Imbauan untuk Pemudik
Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk memilih moda transportasi yang paling sesuai, baik menggunakan kereta api, bus, pesawat, maupun kendaraan pribadi.
Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan agar arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar.
“Saran kami bagi masyarakat perhatikan keamanan, hati-hati di jalan, jaga keselamatan, dan kami harapkan bisa sampai di rumah masing-masing dengan aman, nyaman, dan bertemu keluarga,” kata Sigit.








