Di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Stok minyak mentah (crude oil) untuk kebutuhan kilang dalam negeri dipastikan berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Idulfitri 2026.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa stok minyak mentah di kilang saat ini berada pada level operasional normal, yakni sekitar 11 hingga 12 hari. Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan berarti stok akan habis, melainkan bagian dari sistem rantai pasok yang terus berputar.
“Stok crude di kilang saat ini pada kondisi normal operation, antara 11 sampai 12 hari. Ini bukan berarti setelah itu habis, tetapi merupakan bagian dari rantai pasok yang berjalan terus,” ujar Ega dalam jumpa pers di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Senin (16/3/2026).
Kilang Beroperasi Maksimal
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran, Pertamina mengoperasikan seluruh kilang minyak dengan kapasitas maksimal. Produksi BBM nasional pun ditingkatkan hingga mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari.
Langkah ini diperkuat dengan dukungan pemerintah yang memprioritaskan seluruh produksi minyak mentah dalam negeri—baik dari pemerintah maupun swasta—untuk diolah di kilang Pertamina.
“Pemerintah memberikan dukungan agar seluruh crude dalam negeri diprioritaskan untuk diolah di Pertamina. Ini langkah strategis untuk menjamin ketersediaan BBM,” jelas Ega.
95 Persen Impor Sudah Dikunci
Selain mengandalkan produksi dalam negeri, Pertamina juga mengamankan pasokan energi melalui strategi kontrak jangka panjang. Sekitar 90 hingga 95 persen pengadaan minyak mentah impor telah dikunci sebelum eskalasi konflik Timur Tengah meningkat.
Strategi ini membuat Pertamina relatif terlindungi dari fluktuasi harga di pasar spot global.
“Sebanyak 90 sampai 95 persen sudah locked sebelum konflik memanas. Saat ini kami tinggal memastikan pengirimannya berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Stok Tidak Hanya di Kilang
Ega juga menjelaskan bahwa cadangan minyak tidak hanya tersimpan di kilang. Sebagian besar stok tersebar di sepanjang rantai distribusi, termasuk di kapal tanker yang sedang dalam perjalanan menuju kilang serta di lokasi produksi hulu.
Kapasitas penyimpanan kilang yang terbatas membuat distribusi stok dilakukan secara dinamis untuk menjaga efisiensi dan kelancaran suplai.
“Tidak semua stok disimpan di kilang. Sebagian ada di kapal yang sedang menuju ke kilang, dan sebagian lagi masih berada di lokasi produksi,” katanya.
Jaminan Pasokan Energi Lebaran
Dengan strategi berlapis mulai dari optimalisasi produksi, diversifikasi pasokan, hingga pengamanan kontrak impor, Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 tetap terpenuhi.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.








