Pengembangan Energi Terbarukan Pasca Pandemi Covid-19

0
298

Managing Director Regen Power Indonesia, Raja Malem Tarigan mengatakan kebutuhan listrik secara global dinyatakan turun 2,5 persen sepanjang kuartal I 2020 dibandingkan dengan periode 2019. Menurutnya, rata-rata penurunan permintaan 20 persen terjadi pada kondisi lockdown total. Hal itu disampaikan dalam webinar Energy Capacity Building in Indonesia di Universitas Islam Malang, Jumat, 17 Juli 2010.

Penurunan permintaan listrik secara global ini, diproyeksikan sebesar 5-10 persen selama tahun 2020. Dia menjelaskan, ada beberapa sektor jasa yang merasakan dampak paling parah akibat lockdown, seperti ritel, kantor, kegiatan perhotelan, pendidikan dan pariwisata yang hampir sepenuhnya ditutup.

Menurut Raja Salem, di Uni Eropa pada bulan Maret rata-rata permintaan listrik di hari-hari kerja untuk kegiatan jasa mengalami penurunan cukup besar. Italia merupakan negara yang paling terpukul di Eropa, dimana penurunannya mencapai 75 persen.

“Pandemi Coronavirus Disease 2019 telah memberi dampak negatif kepada perdagangan dan ekonomi dunia. Namun juga memberi dampak positif bagi Bumi karena kegiatan industri di seluruh Negara tertahan, polusi industri berkurang, dan kualitas lingkungan hidup meningkat,” Katanya yang merupakan representatif Regen Power Australia, sebuah perusahaan yang fokus pengembangan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga matahari.

Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mencatatkan kualitas udara di Indonesia pada Maret lalu lebih bersih dibandingkan Maret 2019. Citra satelit Copernicus Sentinel-5P milik ESA dari langit di Italia Utara, menunjukkan penurunan polusi udara secara drastis setelah Italia menyatakan lockdown karena wabah pandemi virus Covid-19.

“Kualitas udara yang bersih selama masa pandemi ini menunjukkan bahwa penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil. Ini jadi momentum untuk mengimplementasikan energi terbarukan, khususnya energi matahari,” ujarnya.

Kemudian, sekitar 67 persen dari bauran energi Indonesia masih berasal dari bahan bakar fosil. Persentase tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Sedangkan penggunaan energi terbarukan tetap stabil selama bertahun-tahun dengan tingkat penggunaan yang cukup rendah. 

Padahal kata dia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menandatangani Paris Agreement, dimana pada tahun 2025 harus menggunakan energi terbarukan sebesar 23 persen dari total energi yang digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here