Pertamina Bitumen Bidik Volume Penjualan Tumbuh 55%

0
433

PT Pertamina Bitumen masih belum akan meningkatkan kapasitas produksi aspal tahun ini. Menurutnya, pembangunan jalan tol di Indonesia cenderung menggunakan semen.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Putut Andriatno menuturkan pembangunan jalan tol di Indonesia cenderung menggunakan semen dibandingkan aspal. Menurutnya, aspal biasanya digunakan untuk proses maintenance jalan tol, tetapi beberapa pembangunan jalan masih tetap menggunakan aspal sebagai pelapisnya.

“Pemenuhan kebutuhan aspal di Indonesia berasal dari 2 sumber yaitu kilang Pertamina 20%-25% dan produk impor 75%-80%,” ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (22/1).

Oleh sebab itu, perusahaan belum akan meningkatkan kapasitas terpasangnya saat ini. Mengutip pada website resmi perusahaan, kemampuan produksi mencapai 600.000 MT/tahun.

Kendati begitu, ia menyebut perusahaan tetap berniat untuk meningkatkan utilisasi produksinya. Sayang, ia tidak membeberkan terkait realisasi utilisasi saat ini.

Peningkatan utilisasi itu juga seiring dengan target pertumbuhan penjualan produknya. “Tahun ini kami menetapkan target volume penjualan yang sangat menantang, yaitu terdapat peningkatan sekitar 55% dibandingkan dengan realisasi di tahun 2020,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, perusahaan akan mengandalkan penjualan aspal melalui mekanisme channel distribution (Agen/Distributor). “Berdasarkan data tahun 2020, penguasaan pangsa pasar aspal Pertamina di Indonesia sekitar 56%,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here