Singapura Tertarik Kembangkan Sistem Energi Terbarukan di IKN

0
294

Dua perusahaan asal Singapura, State Power Investment Cooperation (SPIC) dan JOE Green Pte Ltd, menunjukkan minat mereka dalam mengembangkan sistem energi terbarukan dan pengelolaan limbah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Tanda-tanda minat tersebut muncul melalui penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) antara Otorita IKN (OIKN) dengan SPIC dan JOE Green Pte Ltd di Marina Bay Sands Expo and Convention Hall, Singapura, pada Kamis (8/6/2023). Penandatanganan NDA dilakukan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, bersama dengan Advisor of SPIC, Steven Yeo, dan Managing Director of JOE Green, Boediman Widjaja.

Dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara, Indonesia memiliki target untuk membangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan sebesar 7,16 gigawatt pada tahun 2045, yang akan mampu menyediakan energi untuk 1,9 miliar penduduk. Penandatanganan NDA ini akan diikuti dengan pertukaran data guna merumuskan studi kelayakan serta aspek ekonomi dan pasar investasi di sektor energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Keterlibatan kedua perusahaan ini menunjukkan dukungan mereka sejak awal terhadap proyek Ibu Kota Nusantara. Mereka tidak hanya memberikan Letter of Intent (LoI), tetapi juga berpartisipasi dalam Singapore Business Mission to Nusantara yang diadakan oleh KBRI pada 31 Mei 2023 untuk melihat perkembangan proyek Ibu Kota Nusantara secara langsung.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, H.E. Suryo Pratomo, menyambut dengan baik penandatanganan NDA ini dan berharap akan ada lebih banyak lagi kesepakatan serupa dalam proyek-proyek Nusantara. OIKN berkomitmen untuk menerima semua investor melalui skema Public Private Partnership (PPP) dan memberikan insentif pajak dan non-pajak, termasuk hak atas tanah dengan durasi hingga 95 tahun. “OIKN memiliki lebih dari 300 paket investasi dengan total nilai 2,6 miliar dolar yang terdiri dari enam sektor prioritas utama dan dua belas sektor prioritas tinggi,” jelas Agung Wicaksono dalam keterangannya.

Dengan minat dari perusahaan-perusahaan Singapura ini, diharapkan pengembangan sistem energi terbarukan dan pengelolaan limbah di Ibu Kota Nusantara dapat semakin dipercepat, memberikan manfaat yang signifikan bagi pembangunan berkelanjutan dan menjaga lingkungan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here