Tambah 11 Kapal Tanker, Pertamina Targetkan Miliki 130 Armada di 2025

0
481

PT Pertamina International Shipping menargetkan memiliki 130 armada  di 205. Adapun saat ini kapal yang dimiliki PIS sebanyak 97 kapal.

“Penambahan armada kapal tanker dilakukan untuk memperkuat distribusi energi dan ketahanan energi nasional, sekaligus ekspansi perusahaan di pasar global untuk market non captive,” ujar Corporate Secretary PIS, Muh Aryomekka Firdaus, dalam keterangannya, Selasa (17/10).

Aryomekka menjelaskan, PIS mencatat penambahan sebanyak sebelas armada  tanker sejak 2019 hingga September 2023. Dari sebelas armada kapal tersebut, dua di antaranya adalah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride dan Pertamina Prime, yang dibangun secara mandiri dan peresmiannya disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada awal 2021.

“Kedua kapal VLCC tersebut juga masuk dalam daftar kapal terbesar dunia, yang sejak beroperasi di tahun 2021 telah berlayar di beberapa negara di dunia,” jelasnya.

Di awal tahun 2023, PIS menambah deretan kapal raksasanya dengan akuisisi kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas Amaryllis yang merupakan kapal gas ramah lingkungan terbesar dunia.

“Kapal Pertamina Gas Amaryllis merupakan kapal tanker dual fuel yang pertama dimiliki Indonesia, dan merupakan wujud komitmen PIS dalam mendukung program transisi energi pemerintah,” kata dia.

Armada-armada baru PIS juga didorong bisa memenuhi standar internasional untuk bisa berlayar di mancanegara. Mengingat, saat ini kapal-kapal PIS tercatat telah berlayar di 26 rute internasional.

Kapal-kapal yang dioperasikan PIS tersebut digunakan sebagai pengangkut minyak, gas, hingga petrokimia. Penambahan kapal ke depan rencananya akan mencakup beberapa kapal yang berteknologi dual fuel mengombinasikan bahan bakar minyak dan gas, hingga kapal LNG.

Hingga semester I 2023, PIS mencatat laba sebesar USD 138,5 juta atau naik 93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 71,7 juta, di mana di dalamnya juga terdapat pertumbuhan Non Captive dari 15,7 persen menjadi 22,8 persen.

Sumber asli: kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here