Kalah Oleh Vietnam, Kebijakan EBT di Indonesia Belum Maksimal?

0
622

Seputarenergi – Pengembangan energi bersih telah menjadi prioritas mendesak di seluruh dunia. Sama seperti darah dalam tubuh manusia, energi memiliki peran yang krusial bagi keberlanjutan lingkungan dan bumi. Pemahaman ini membawa kita pada kesadaran bahwa proses transisi ke energi baru terbarukan dapat membantu mengurangi ketergantungan kita pada sumber energi yang terbatas dan berpotensi membahayakan.

“Keberhasilan ini tentu menjadi pertanyaan besar, benarkah kebijakan EBT di Indonesia belum maksimal?” ujar sumber dari artikel tersebut.

Tersalipnya Indonesia oleh Vietnam dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melibatkan sejumlah faktor kompleks yang mencakup kebijakan, investasi, dan implementasi. Visi jangka panjang Vietnam yang menekankan pentingnya energi bersih dan terbarukan, membantu Vietnam menyadari perlunya mengambil resiko dengan berinvestasi secara besar-besaran dalam proyek-proyek EBT.

“Di Indonesia, negara dengan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang besar, kini tengah gencar memacu pengembangannya,” papar sumber.

Seiring komitmen pemerintah yang terus meningkat, perkembangan EBT di Indonesia menunjukkan kemajuan yang positif. Bauran energi EBT pada tahun 2023 telah mencapai 13%, meskipun belum mencapai target yaitu 23%.

“Sebagai solusi penyelesaian permasalahan EBT berkelanjutan, pemerintah harus membuat kebijakan EBT yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan,” tambah sumber.

Dengan langkah-langkah progresif ini, diharapkan bahwa Indonesia dapat terus memacu pengembangan EBT, mengatasi hambatan kebijakan, dan mencapai target untuk menciptakan lingkungan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sehingga Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here