Konglomerasi Bidik Sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

0
591

Seputarenergi – Sejumlah perusahaan besar melakukan langkah ekspansi ke sektor energi hijau atau Energi Baru dan Terbarukan (EBT), menunjukkan tren positif dalam diversifikasi bisnis mereka.

Grup Bakrie & Brothers, misalnya, telah memulai ekspansi ke energi hijau melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dengan fokus pengembangan kendaraan komersial listrik.

“Meski begitu kami nilai masih perlu waktu buat memaksimalkan peluang di sektor ini,” kata Miftahul Khaer, seorang analis Kiwoom Sekuritas Indonesia.

VKTR, sebagai produsen bus listrik di Indonesia, mendapatkan dorongan positif dari kebijakan insentif PPN yang diperpanjang pemerintah pada awal tahun 2024. Ini memberikan kepastian terhadap adopsi kendaraan listrik di masa mendatang.

“Per Agustus 2023, tingkat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bus VKTR berkisar antara 20%-40% dan ditargetkan mencapai 40% pada akhir 2024 ini,” tambah Khaer.

Di sisi lain, Muhammad Nafan Aji, seorang Senior Investment Information Mrae Asset Sekuritas, menekankan prospek positif jangka panjang dari bisnis EBT. “Emiten holding memang sudah semestinya sedari sekarang gencar menjalankan diversifikasi bisnis untuk pengembangan bisnis EBT,” ujarnya.

Untuk investasi, Nafan merekomendasikan untuk mempertahankan saham VKTR dengan target harga Rp 158 per saham, saham UNTR dengan target harga Rp 27.000 per saham, saham BRPT dengan target harga Rp 1.050 per saham, dan saham BREN dengan target harga Rp 7.925 per saham.

Sementara itu, Khaer merekomendasikan untuk melakukan trading buy pada saham VKTR dengan target harga Rp 171 per saham, dengan peringatan untuk melakukan cut loss jika harga turun di bawah Rp 143 per saham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here