Pengamat: RDMP Balikpapan Dorong Percepatan Hilirisasi Migas Nasional

0
20
RDMP Balikpapan

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai berpotensi mempercepat agenda hilirisasi minyak dan gas (migas) nasional sekaligus memperkuat daya saing industri energi Indonesia. Kehadiran kilang modern ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah, tetapi juga memperluas nilai tambah produk turunan migas di dalam negeri.

Pengamat energi menilai RDMP Balikpapan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mengubah struktur industri migas nasional dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tinggi. Dengan teknologi pengolahan yang lebih maju, kilang ini memungkinkan optimalisasi residu minyak menjadi bahan bakar dan produk petrokimia yang memiliki nilai ekonomi lebih besar.

Menurut pengamat, percepatan hilirisasi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, peningkatan kapasitas dan kompleksitas kilang akan mendorong tumbuhnya industri turunan seperti petrokimia, logistik energi, serta manufaktur berbasis bahan baku migas.

RDMP Balikpapan sendiri meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Kilang ini juga dirancang menghasilkan BBM dengan kualitas setara standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memproduksi produk bernilai tambah seperti LPG, propilena, dan sulfur.

Penguatan hilirisasi migas melalui RDMP dinilai mampu memberikan dampak ganda bagi perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi, hingga penghematan devisa akibat penurunan impor BBM. Di sisi lain, industri dalam negeri memperoleh kepastian pasokan bahan baku energi dengan harga yang lebih stabil.

Para pengamat juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan kilang lanjutan di berbagai wilayah Indonesia agar manfaat hilirisasi tidak terpusat di satu daerah saja. Integrasi antara sektor hulu dan hilir, didukung infrastruktur logistik energi yang memadai, menjadi faktor penentu keberhasilan agenda hilirisasi jangka panjang.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Indonesia dinilai memasuki fase baru transformasi industri migas menuju struktur yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global. Proyek ini diharapkan menjadi katalis percepatan hilirisasi migas sekaligus memperkuat fondasi kemandirian energi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here