Menjamurnya Startup Berimbas Positif Pada Pengembangan EBT

0
321
Small white house on green background with ecological conservation icons, ecological development technology concept

Pesatnya pertumbuhan startup atau perusahaan rintisan di sektor energi bersih dinilai tak hanya berdampak positif bagi perekonomian nasional, tapi juga mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya dalam membantu meningkatkan porsi bauran EBT dengan target 23 persen pada 2025.

“Kita sekarang pelan-pelan beralih ke energi terbarukan dan itu progres yang sangat bagus karena itu juga tercantumkan dalam Kebijakan Energi Nasional dan menjadi prioritas Pemerintah dalam meningkatkan porsi bauran EBT,” kata Satya Hangga Yuhda, Co-Founder the Indonesia Energy & Environmental Institute (IE2I) saat diskusi online yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM bertajuk Diskusi Interaktif Energy Mix ‘Merintis Usaha Energi Ramah Lingkungan’, Sabtu.


Menurut Hangga, generasi milenial yang mendominasi demografi Indonesia dan bersinggungan erat dengan teknologi sanggat cocok berkecimpung di bidang energi baru terbarukan.

“Ini yang dilakukan negara-negara maju dalam mengoptimalkan peran pemuda. Ini yang saya lakukan melalui IE2I,” singgung Hangga.


Pada kesempatan yang sama, representatif Start Up Warung Energi Yasmine Safitri mengajak generasi muda untuk mulai mempertimbangkan menekuni bisnis di bidang energi terbarukan.

“Bisnis EBT bisa membantu orang untuk berubah positif, lebih produktif namun tetap selaras dengan alam. Tidak melulu tentang uang,” ungkap Yasmine.


Pendirian warung energi, sambung Yasmine, didasari atas perluasan akses energi listrik di wilayah terpencil dan turut mendorong pencapaian target bauran energi terbarukan Pemerintah. “Kami ingin memantenkan sebagai pebisnis yang punya dampak sosial besar daripada keuntungan sendiri,” kata Yasmine.


Hal ini diamini oleh Founder PT Inovasi Dinamika Pratama Andre Susanto yang mendorong energi baru terbarukan menjadi gaya hidup baru dalam mendukung aktivitas sehari-hari. “Kenapa saya ajak teman-teman untuk menjadikan energi terbarukan sebagai gaya hidup karena dalam 42 tahun energi fosil sudah habis,” kata Andre.


Salah satu aksi yang bisa dilakukan Andre adalah dengan memberikan bantuan penerangan ke lima desa di Sumba Nusa Tengga Timur, yaitu Desa Tawui, Praimadita, Tandula Jangga dan Praiwitu melaui pembangunan pembangkit listrik bertenaaga surya minigrid.

“Kami taruh solar panel di atas tiang listrik. Jadi tidak perlu lahan lagi,” jelas Andre.

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here