SIG Terapkan Reklamasi Sistem Ramah Lingkungan di Lahan Pasca Tambang

0
383
Semen Indonesia berkomitmen menjaga kelestarian alam dengan menerapkan teknik reklamasi sistem baru di lahan pasca tambang pabrik Tuban, Jawa Timur. Teknik reklamasi yang dipakai adalah sistem alur.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen  menjalankan kegiatan operasionalnya. Komitmen tersebut dilakukan dengan menerapkan teknik reklamasi sistem baru di lahan pasca tambang pabrik Tuban, Jawa Timur. Teknik reklamasi yang dipakai adalah sistem alur.

Sistem lebih ramah lingkungan dan efisien, dibandingkan reklamasi yang dilakukan pada umumnya. Teknik sistem alur dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit dengan dimensi tertentu sebagai media tanam.

General Manager (GM) of Mining dan Raw Material SIG, Musiran, menjelaskan metode reklamasi pascatambang batu kapur di pabrik Tuban yang selama ini dilakukan adalah menutup seluruh permukaan dengan top soil, metode ini membutuhkan top soil yang banyak sehingga kurang efisien. 

Menurutnya, teknik sistem alur ini sangat cocok diterapkan, selain efisien juga karena keterbatasan cadangan top soil di area tambang batu kapur.

”Jika menggunakan metode biasa, reklamasi dengan penanaman bibit pohon pada area 1 hektare membutuhkan top soil mencapai 3.000 m3 , namun dengan teknik alur ini kebutuhan top soil hanya 800 m3 saja. Sistem ini dapat menghemat top soil sebesar 70 persen dibanding metode konvensional tanpa mengurangi tingkat keberhasilan reklamasi,” ujar Musiran dalam siaran persnya, Minggu (19/7).

Penerapan sistem alur juga dapat menekan biaya hingga mencapai 63 persen dengan tingkat keberhasilan reklamasi sebesar lebih dari 85 persen. Teknik reklamasi sistem alur ini merupakan inovasi baru dari SIG dan pertama di Indonesia.

Lahan pasca tambang batu kapur yang telah direklamasi kini menjadi sarana edukasi, wisata, dan hutan yang hijau. Sedangkan lahan pascatambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang difungsikan oleh masyarakat untuk budi daya ikan dan pengairan lahan pertanian, sehingga mereka dapat bercocok tanam meskipun pada musim kemarau.

Hingga saat ini SIG telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 271,50 hektare dengan tanaman jati, johar, mahoni, sengon, flamboyan, trembesi, dan kesambi. Jumlah pohon yang ditanam mencapai  419.091 batang. mar/N-3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here