Sempat Terhalang Pandemi, Akhirnya Investasi Panas Bumi Kembali Digiatkan

0
234

Pandemi Covid-19 berdampak ke seluruh sektor, tidak terkecuali sektor energi panas bumi. Mewakili Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto, Direktur Geothermal Ida Nuryatin Finahari mengatakan bahwa pandemi ini membuat investasi di sektor energi panas bumi menjadi tersendat.

“Kegiatan investasi panas bumi di lapangan tertunda karena ada PSBB. Namun saat ini karena sudah ada kelonggaran, ada ruang bagi para pengembang untuk bergerak kembali,” ujar Ida dalam konferensi pers Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020 di Jakarta, Kamis (6/8/2020).¬†

Menurut dia, banyak tantangan dalam mengembangkan potensi panas bumi di Indonesia, terlebih lagi potensinya sebesar 23,9 GigaWatt. Di sisi lain, produksi energi berbasis fosil semakin menurun padahal kebutuhan energi bertambah.

“Di Indonesia, bahan bakar fosil masih mendominasi dan masih menjadi sumber utama dalam energi nasional. Ini adalah tantangan juga untuk kemandirian energi,” ucap Ida.

Menurut Ida, DIIGC 2020 harus dikemas sedemikian rupa agar mampu membangun daya jual panas bumi. Selain itu, percepatan pengembangan panas bumi tergantung dari izin Kementerian/Lembaga terkait dan juga pemerintah daerah.

“Panas bumi merupakan energi yang potensial, karena dia tidak terpengaruh harga energi global. Perlu ada keselarasan dan koordinasi antara pemerintah dan stakeholders panas bumi untuk menciptakan suasana investasi yang kondusif bagi akselerasi pengembangan energi panas bumi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here