Pengamat: Indonesia Perlu Segera Terapkan BBM Ramah Lingkungan

0
376

Jakarta: Indonesia perlu menyusul negara tetangga untuk segera menerapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan. Negara di kawasan Asia Tenggara sudah marak menggunakannya.

“Sejumlah negara lain sudah Euro 4. Bahkan, Singapura sudah Euro 5 menuju ke Euro 6. Di Indonesia Euro 2 dan Euro 3 bahkan masih ada,” kata pengamat otomotif Mukiat Sutikno seperti disitat dari Antara, Jumat, 25 September 2020.

Menurutnya, Indonesia perlu segera mengikuti negara-negara lain. Jika tidak, Indonesia akan semakin ketinggalan menerapkan BBM ramah lingkungan yang memiliki nilai oktan (research octane number/RON) di atas 90.

Mukiat melanjutkan Indonesia harus segera beralih menggunakan BBM dengan oktan tinggi. Karena, perpindahan dari RON rendah ke RON tinggi sangat penting.

“Ini untuk memastikan kita comply dengan negara-negara tetangga karena Indonesia memang paling ketinggalan. Dibandingkan dengan Thailand, kita juga ketinggalan sekali,” kata dia.

Dari perspektif industri otomotif, peningkatan angka oktan BBM juga mendesak. Alasannya, semua merek kendaraan bermotor di Indonesia juga dijual di luar negeri.

Dengan demikian, lanjut Mukiat, industri otomotif mau tidak mau harus melakukan penyesuaian kondisi mesin sebelum melakukan penjualan ke mancanegara. Dan hal itu, lanjut dia, tentu berdampak terhadap biaya produksi.

“Kalau BBM kita sudah serentak pakai RON tinggi, tentu industri tak perlu melakukan adjusment,” katanya.

Dari sudut pandang konsumen, BBM oktan rendahberpengaruh buruk terhadap performa kendaraan dan kondisi mesin. Secara teknis, BBM beroktan rendah juga berdampak jelek terhadap kendaraan. Selain menurunkan performa, juga bisa berpengaruh terhadap keawetan mesin.

“Bisa mengelitik, bikin ruang bakar dan gas buang, serta memperpendek umur mesin,” kata dia.

Apalagi spesifikasi mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru sudah disesuaikan untuk BBM dengan oktan tinggi. “Jika diisi dengan BBM yang tidak sesuai, tentu berpengaruh terhadap mesin,” ujar dia.

sumber asli: medcom.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here