Pertamina Geothermal Raih Penghargaan di ASEAN Energy Awards

0
346

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) kembali menerima penghargaan atas inovasinya menjalankan kegiatan corporate social responsibility (CSR – tanggung jawab sosial perusahaan). Kali ini PGE meraih penghargaan melalui program Geotato dalam ajang Asean Energy Awards 2020. 

Penghargaan juara pertama  yang diraih PGE dalam kategori ASEAN Energy Renewable Energy Best Practice awards untuk sub-kategori Special Submission ini merupakan program CSR PGE di area Kamojang. Penghargaan tingkat kawasan ASEAN ini diberikan pada rangkaian pelaksanaan 38th ASEAN Minister on Energy Meeting di Da Nang, Vietnam. 

Pth. Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Eko Agung Bramantyo mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi Pertamina Geothermal Energy dalam pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan di Indonesia. Perusahaan  memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu menjalankan kegiatan pengelolaan panas bumi secara profesional dengan mengedepankan aspek ramah lingkungan dan pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar. 

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Asean Center for Energy yang telah memberikan penghargaan ini,” ujar Eko dalam keterangan tertulis.

PGE merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil masuk dan menerima penghargaan pada kategori special submission atas keberhasilan pengembangan program inovasi Geotato (Geothermal Potato). Program ini mampu membantu para petani kentang dalam proses sterilisasi media tanam bibit kentang secara lebih efisien. 

Dengan program Geotato ini, maka penggunaan kayu bakar dalam proses sterilisasi media tanam bibit kentang digantikan dengan uap panas bumi yang lebih ramah lingkungan. Program inovasi ini dikembangkan oleh para pekerja PGE di Area Kamojang yang selalu memiliki komitmen dalam pengembangan panas bumi yang mengedepankan kelestarian lingkungan.

Kiprah PGE Area Kamojang dalam kelestarian lingkungan juga telah dibuktikan dengan perolehan Proper Emas yang diraih selama 9 kali berturut-turut sejak tahun 2011. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang sebagai pionir pengembangan panas bumi di Indonesia telah beroperasi selama 38 tahun. 

Kapasitas terpasang dari awalnya 30 MW di tahun 1983, saat ini sudah mencapai 235 MW. Ada 5 unit PLTP yang saat ini beroperasi di Area Kamojang. Saat ini memiliki kapasitas terpasang 235 MW di tahun 1983 dan hingga saat ini mengelola 14 wilayah kerja dengan total kapasitas terpasang sebesar 672 MW (Own Operation) dan 1.205 MW (Joint Operation).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here