Pemerintah Bakal Pensiunkan PLTU Batu Bara, Ini Kata Pengusaha

0
84

Pemerintah akan mempensiunkan PLTU batu bara untuk mengejar target carbon neutral pada 2060. Adapun kabar terbaru, Asian Development Bank (ADB) siap membantu Indonesia dan Filipina untuk mempensiunkan 50 persen Pembangkit Listrik batu bara 10 tahun hingga 15 tahun ke depan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia mengatakan, pada dasarnya anggota APBI mengikuti kebijakan pemerintah. Pihaknya saat ini belum menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi pemensiunan PLTU bertenaga batu bara ke depannya.

“Saat ini kami melihat¬†outlook¬†bisnis batu bara masih bagus sehingga masih melaksanakan produksi dan memanfaatkan tingginya permintaan seperti biasanya.Tetapi kalau memang kebijakan pemensiunan PLTU batubara mau dipercepat kita ikut aja,” jelasnya, Kamis (4/11/2021).

Saat ditanya langkah antisipasi berupa memperdalam atau menambah pasar baru di luar negeri, Hendra menjawab, pasar baru ekspor tidak banyak karena beberapa negara sudah gencar melakukan transisi energi.

Namun, menurutnya beberapa negara yang masih membutuhkan batu bara juga akan terus mencari pasar. Hendra mengatakan, meskipun saat ini banyak isu negatif yang membahas batubara, impor sejumlah negara seperti Tiongkok, India, hingga Jepang masih terus meningkat.

Meskipun Indonesia sudah berencana mempensiunkan PLTU batu bara dan meningkatkan bauran energi terbarukan (EBT), konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik akan tetap berkontribusi signifikan.

Melansir paparan PLN sebelumnya di dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, proyeksi kebutuhan bahan bakar batu bara sampai dengan 2030 akan mencapai 153 juta ton.

Perinciannya, kebutuhan batu bara di 2021 sebesar 111 juta ton. Kemudian terjadi tren kenaikan mulai dari 2022 sebesar 115 juta ton hingga di 2024 menjadi 131 juta ton.Namun, di 2025 proyeksi kebutuhan batu bara sempat turun menjadi 124 juta ton.

Berlanjut, pada 2026 kebutuhan batu bara menjadi 131 juta ton, lalu 2027 naik menjadi 137 juta ton, 2028 menjadi 141 juta ton, kemudian di 2029 menjadi 147 juta ton, dan 2030 naik menjadi 153 juta ton.

Adapun proyeksi kebutuhan batu bara ini seiring dengan pola pertumbuhan pembangkitan yang ada. Kebutuhan bahan bakar gas dan batu bara masih tumbuh secara beban dikarenakan masih adanya proyek on going yang sedang berjalan di sisi pembangkit-pembangkit termal walaupun sudah menambahkan pembangkit EBT di dalam sistem PLN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here