RI dan Jepang Teken Kerja Sama Percepat Transisi Energi Terbarukan

0
333
Wind turbines stand next to solar panels at a Banpu Power Pcl solar plant in Awaji, Hyogo, Japan, on Friday, Nov. 17, 2017. Banpu Power owns 13 solar projects in Japan. Photographer: Buddhika Weerasinghe/Bloomberg

Seputarenergi.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menandatangani kerja sama atau Memorandum of Cooperation (MoC) tentang transisi energi bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Hagiuda Koichi, pada Senin (10/1),

Arifin menyambut baik adanya penandatanganan tersebut yang diharapkan bisa memfasilitasi kerja sama energi antara kedua pihak untuk merealisasikan transisi energi terbarukan. Apalagi, kata Arifin, transisi energi di Indonesia perlu mendapat dukungan dari mitra internasional demi target pencapaian Net Zero Emission (NZE) di 2060.

“Kami mengundang partisipasi investor supaya bisa mendukung program Indonesia. Beberapa perangkat kebijakan yang kami lakukan adalah memberikan kemudahan berbisnis dan menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif EBT,” kata Arifin saat penandatangan MoC yang ditayangkan di Youtube Kementerian ESDM, Senin (10/1).

Arifin mengakui, sektor energi dipastikan akan menghadapi tantangan besar di masa mendatang. Ia merasa masih ada kecenderungan tingginya ketergantungan energi fosil. Untuk itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu menjadi proses alih teknologi dalam mewujudkan percepatan transisi energi.

“Indonesia dan Jepang bisa mengembangkan bersama-sama teknologi Carbon, Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia,” ujar Arifin.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi, memastikan pihaknya mendukung penuh kerja sama untuk membantu mempercepat pencapaian proses transisi energi di Indonesia. Ia menuturkan Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Inisiative.

“Dengan senang hati saya sampaikan bahwa Jepang telah menjadi mitra penting bagi perjalanan Indonesia menuju transisi energi. Dengan dukungan nyata, kami percaya untuk mencapai NZE 2060, dengan tetap menjaga keamanan, akses, dan keterjangkauan energi,” tutur Hagiuda.

Adapun rincian kerja sama yang disepakati dalam MoC yaitu penyusunan roadmap transisi energi menuju emisi net zero berdasarkan target nasional masing-masing, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.

Selain itu juga untuk mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Pada tataran teknis, saat ini sedang berlangsung studi bersama antara Mitsubishi Indonesia Reperesentative dengan Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” mengenai co-combustion fuel ammonia pada PLTU. Studi yang dijadwalkan selesai pada Januari 2022 ini bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis penggunaan amonia untuk mensubstitusi sebagian batubara sehingga umur operasional PLTU dapat dipertahankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here