Menteri ESDM Tekankan Pemanfaatan Sumber Daya untuk Kemakmuran Rakyat

0
78

Seputarenergi.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan, dalam memanfaatkan sumber daya energi dan mineral dilakukan secara optimal demi tercapainya kemandirian dan ketahanan energi.

“Serta digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bangsa, dan negara,” jelas Arifin dalam sambutannya pada upacara Hari Ulang Tahun Pertambangan dan Energi (HUT PE) pada hari ini, Selasa 4 Oktober.

Lebih jauh, Arifin menambahkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM tetap menjaga program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat demi tercapainya kemakmuran rakyat.

Adapun program-program Kementerian ESDM yaitu BBM Satu Harga, Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga, Alat Penyalur Daya listrik (Apdal), dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS).

“Kemudian kita juga terus meningkatkan nilai tambah mineral dan batubara melalui proses hilirisasi dan pembangunan smelter,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Arifin mengatakan, kebijakan sektor ESDM mengarah ke transisi energi yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta mendorong pengembangan industri.

“Kebijakan diprioritaskan pada ketersediaan energi dengan memaksimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan harga terjangkau dan kegiatan ekstraktif yang ramah lingkungan,” ungkap Arifin.

Arifin menekankan, pemerintah terus berupaya mengantisipasi perubahan kebijakan energi global yang saat ini bertransisi ke arah energi bersih, rendah emisi, dan ramah lingkungan guna mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 sesuai komitmen Indonesia pada COP 26.

“Kementerian ESDM telah menyusun Roadmap transisi energi untuk mencapai NZE pada tahun 2060 melalui strategi antara lain pengembangan EBT secara masif termasuk hidrogen dan nuklir, retirement PLTU secara bertahap, penggunaan teknologi bersih seperti CCS/CCUS, serta pemanfaatan kendaraan listrik dan kompor induksi, pengembangan jaringan gas rumah tangga, pemanfaatan biofuel, penerapan manajemen energi dan standar kinerja energi minimum,” pungkas Arifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here