Sasar 50 Sumur, SKK Migas Targetkan Investasi Eksplorasi Naik 100%

0
388

Seputarenergi – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menetapkan target ambisius untuk investasi eksplorasi sebesar US$ 1,8 miliar pada tahun 2024, menggandakan jumlah realisasi investasi eksplorasi pada tahun sebelumnya yang mencapai US$ 0,9 miliar. Target tersebut dirancang setelah kesepakatan dalam work, program & budget (WP&B) bersama kontraktor atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

Deputi Eksplorasi Pengembangan Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, menyatakan bahwa target eksplorasi telah disesuaikan sejak tahun 2023 dengan prospek yang semakin besar, berkisar antara 100 hingga 500 juta setara minyak (MMBOE). “Untuk 2024, prospek yang ditargetkan lebih besar lagi yaitu di atas 500 MMBOE, sehingga pemboran sumur eksplorasi di tahun ini akan berada di area-area baru maupun laut dalam,” ujar Benny.

Target investasi eksplorasi sebesar US$ 1,8 miliar akan dialokasikan untuk pemboran 50 sumur eksplorasi. Jumlah ini mencatatkan peningkatan sekitar 31% dari realisasi pemboran sumur eksplorasi pada tahun 2023 yang mencapai 38 sumur.

Benny Lubiantara juga menyoroti peningkatan kinerja pemboran sumur eksplorasi selama empat tahun terakhir, dengan jumlah pemboran meningkat dari 28 sumur pada tahun 2020 menjadi 38 sumur pada tahun 2023. Pada tahun 2023, SKK Migas berhasil mencatat total penemuan sumber daya sebesar 1.711,77 MMBOE, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam 23 tahun terakhir.

Investasi eksplorasi terus meningkat dengan adanya penemuan sumber daya besar dan laut dalam. Benny menekankan pentingnya meningkatkan aktivitas dan investasi eksplorasi pada tahun 2024, dengan menggeser fokus dari penemuan skala kecil-menengah ke penemuan skala besar.

Benny menyampaikan bahwa potensi hulu migas terletak di laut dalam, dan SKK Migas terus mendorong investasi eksplorasi di wilayah tersebut meskipun risikonya tinggi. “Perjalanan untuk merealisasikan target investasi pemboran eksplorasi masih panjang, oleh karena itu kami terus intensif melakukan koordinasi dengan KKKS untuk memastikan kendala-kendala yang ada dapat diselesaikan, serta investasi di eksplorasi sebesar US$ 1,8 miliar dapat direalisasikan seoptimal mungkin,” kata Benny.

Pada tahun 2023, SKK Migas bersama KKKS berhasil menemukan dua sumber daya besar di Geng North (Kalimantan Timur) oleh ENI, dan Layaran-1 (South Andaman lepas pantai Sumatera Utara) oleh Mubadala Energy.

Benny menggarisbawahi besarnya biaya pemboran di laut dalam, dengan contoh biaya pemboran di Geng North ENI mencapai US$ 100 juta untuk satu sumur, setara dengan sekitar Rp 1,5 triliun. Sementara itu, Mubadala Energy menginvestasikan US$ 93,5 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here