Pengamat: RDMP Balikpapan Dukung Akselerasi Industri Otomotif Modern!

0
7

Kehadiran kilang baru Pertamina melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor otomotif nasional. Kilang yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto tersebut diklaim mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) setara standar Euro 5, yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi.

Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai, dengan tersedianya BBM berkualitas tinggi, sektor otomotif tidak lagi layak dijadikan kambing hitam sebagai penyumbang utama polusi udara di Indonesia.

“Mata dunia bisa melihat Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya. Kehadiran kilang ini diharapkan mampu mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen secara mandiri dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030,” ujar Bebin dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, penggunaan BBM Euro 5 membuat proses pembakaran di mesin kendaraan menjadi lebih bersih sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas udara. Ia mencontohkan penggunaan diesel Euro 5 di Jerman, di mana kendaraan taksi yang telah menempuh jarak ratusan ribu kilometer tetap memiliki kondisi mesin yang bersih.

“Saya berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan bahan bakar ramah lingkungan bagi masyarakat luas. Kilang-kilang Pertamina lainnya juga diharapkan segera menyusul agar distribusi BBM berkualitas tinggi semakin merata,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin menyampaikan bahwa modernisasi dan peningkatan kapasitas kilang melalui program RDMP sejatinya sudah memungkinkan dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“RDMP itu sudah dibahas sejak 2012. Bahkan semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah diterapkan sejak 2014, meski akhirnya mundur ke 2016,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan pentingnya percepatan transisi menuju BBM yang lebih bersih dengan menghentikan secara bertahap penjualan bahan bakar berkualitas rendah dan menggantinya dengan BBM beremisi lebih rendah. Ahmad berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga serius mendorong produksi BBM setara Euro 5 dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, penyediaan udara bersih merupakan kewajiban negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk dalam perlindungan kualitas udara.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek strategis nasional RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur pada Senin (12/1/2026). Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini menjadi langkah konkret Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission nasional.

BBM berstandar Euro 5 dinilai mampu menekan emisi nitrogen oksida (NOx) dan partikel padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan. Selain manfaat ekologis, optimalisasi kilang Balikpapan juga memperkuat kedaulatan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan impor serta membuka peluang kerja bagi tenaga profesional lokal, khususnya di wilayah Kalimantan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here