RDMP Balikpapan: Kilang Minyak Terbesar di RI, Bisa Hemat Devisa Rp 60 Triliun per Tahun

0
59

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bakal meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Proyek strategis nasional ini disebut menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo menegaskan, modernisasi Kilang Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan devisa negara. Dengan kapasitas pengolahan yang meningkat dan kualitas produk yang lebih tinggi, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor BBM dalam jumlah besar.

“Saya harus ada acara lagi di Balikpapan meresmikan suatu kilang, suatu modernisasi kilang minyak di Balikpapan. Dengan modernisasi kilang minyak ini kita akan menghemat devisa yang banyak. Kita tidak perlu lagi impor terlalu banyak BBM,” ujar Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek terbesar yang dimiliki PT Pertamina (Persero). Proyek ini menelan investasi sekitar USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun dan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Sekretariat Kabinet juga telah mengonfirmasi agenda peresmian tersebut melalui keterangan resmi yang diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Melalui program RDMP, kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan meningkat signifikan dari sebelumnya 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Kapasitas ini setara hampir seperempat kebutuhan BBM nasional, sekaligus menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan instrumen strategis penyelamatan devisa negara. Pemerintah memperkirakan proyek ini mampu menghemat devisa hingga lebih dari Rp60 triliun per tahun.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa hingga Rp60 triliun lebih setiap tahunnya,” ujar Bahlil saat peresmian kilang di Balikpapan.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), modernisasi Kilang Balikpapan diproyeksikan menurunkan impor energi hingga Rp68 triliun per tahun. Penurunan tersebut berasal dari berkurangnya impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, solar Rp14,9 triliun, avtur Rp5,4 triliun, serta LPG Rp2,9 triliun.

Selain peningkatan kapasitas, RDMP Balikpapan juga menghasilkan BBM berkualitas tinggi dengan standar Euro 5, yang lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan komitmen pemerintah menuju net zero emission. Dari sisi produksi, kilang ini diproyeksikan menghasilkan bensin sebesar 5,8 juta kiloliter dan solar sebesar 1,8 juta kiloliter per tahun.

Bahlil menambahkan, dengan tambahan produksi tersebut dan dukungan kebijakan energi nasional, Indonesia berpeluang menghentikan impor solar mulai 2026. Bahkan, pemerintah memproyeksikan terjadinya surplus produksi solar sekitar 1,4 juta kiloliter per tahun.

“Atas perintah Bapak Presiden, untuk solar insyaallah kita tidak ada lagi impor ke depannya,” tegas Bahlil.

Pengoperasian penuh RDMP Balikpapan diharapkan menjadi tonggak baru bagi kedaulatan energi Indonesia, tidak hanya melalui pengurangan impor BBM, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan fiskal, meningkatkan nilai tambah industri migas nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here