PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah mulai 1 Februari 2026. Dalam penyesuaian terbaru ini, harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, termasuk Pertamax yang kini dibanderol Rp 11.800 per liter.
Dikutip dari laman resmi Pertamina, Sabtu (31/1/2026), penurunan harga berlaku untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi dan dilakukan sesuai formula harga terbaru yang mempertimbangkan kondisi pasar energi.
Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) turun dari Rp 12.350 menjadi Rp 11.800 per liter. Penyesuaian juga terjadi pada Pertamax Green (RON 95) yang kini dijual Rp 12.450 per liter, turun dari Rp 13.150 per liter pada Januari 2026.
Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) ikut mengalami koreksi harga dari Rp 13.400 menjadi Rp 12.700 per liter.
Penurunan harga ini menjadi kabar positif bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi di tengah meningkatnya perhatian terhadap biaya energi dan transportasi.
Dex Series Juga Turun
Selain bensin, Pertamina juga menurunkan harga BBM jenis solar nonsubsidi (Dex Series). Di Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) turun dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.250 per liter.
Adapun Pertamina Dex (CN 53) mengalami penyesuaian dari Rp 13.600 menjadi Rp 13.500 per liter.
Meski demikian, harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipatok Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.
Pertamina menegaskan, evaluasi harga BBM dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar, serta kebijakan pemerintah, guna menjaga stabilitas pasokan energi dan daya beli masyarakat.








