PT Pertamina Patra Niaga memperingati Hari Sampah Nasional dengan memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini kini telah dijalankan di 58 lokasi di seluruh Indonesia dan berhasil mengumpulkan sekitar 4,7 ribu ton sampah setiap tahun.
Dari total tersebut, sebanyak 2,3 ribu ton dikelola melalui proses daur ulang dan pengolahan limbah organik, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus dampak lingkungan yang lebih baik.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bernilai ekonomi, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Libatkan 2.470 Warga, Hasilkan Rp 3,2 Miliar
Program ini telah melibatkan sedikitnya 2.470 masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga maupun industri lokal. Dari berbagai inisiatif tersebut, total pendapatan masyarakat yang dihasilkan mencapai Rp 3,2 miliar.
Salah satu implementasi dilakukan melalui Unit Fuel Terminal Boyolali yang mengelola Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R). Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 480 ton sampah setiap tahun untuk masyarakat desa sekitar.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah organik. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk turunan seperti pupuk kompos dan eco-enzyme.
Di wilayah pesisir, Unit Fuel Terminal Medan turut memberdayakan warga melalui operasional Bank Sampah Horas Bah yang mampu mengumpulkan sekitar 10 ton sampah per tahun guna menjaga kelestarian ekosistem pantai.
Ketua Kelompok Program Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, menegaskan bahwa perubahan hanya bisa tercapai melalui gerakan kolektif.
“Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan agar lingkungan serta ekonomi pesisir tetap lestari,” ujarnya.
Raih PROPER Emas
Dua program unggulan tersebut masuk dalam kategori Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) level tertinggi, yakni Emas. Pengakuan ini menunjukkan integrasi kuat antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam operasional perusahaan.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperluas dampak pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui integrasi program sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.







