PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menjaga pasokan energi nasional selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi masyarakat saat mudik, perusahaan mengoperasikan Satuan Tugas Ramadan–Idul Fitri (Satgas RAFI) yang akan bekerja selama 24 jam.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perseroan telah melakukan penumpukan stok energi sejak awal guna memastikan ketersediaan bahan bakar tetap aman selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.
“Stok BBM, LPG, dan avtur sudah aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Baron dalam acara “Silaturahmi dan Buka Puasa Pertamina Group bersama jurnalis” di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina mengandalkan sinergi seluruh subholding dari sektor hulu hingga hilir untuk menjaga ketahanan energi nasional pada periode dengan konsumsi energi tertinggi tersebut.
Produksi Hulu Tetap Normal
Dari sektor hulu, subholding PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan kegiatan produksi dan lifting minyak dan gas bumi tetap berjalan normal selama Ramadan dan Idul Fitri.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menegaskan bahwa operasional hulu migas tetap berjalan dengan pengawasan keselamatan yang diperketat.
“Selama Ramadan dan Idul Fitri, operasi hulu migas tetap berjalan normal dengan pengawasan diperketat. Tidak ada penurunan standar keselamatan maupun pengurangan kontrol operasional,” ujarnya.
Konsumsi BBM Diprediksi Meningkat
Sementara itu, dari sisi hilir, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) diproyeksikan meningkat sekitar 12 persen selama periode Satgas RAFI dibandingkan kondisi normal.
Gasoline mencakup produk BBM seperti Pertalite dan Pertamax yang umumnya digunakan kendaraan pribadi saat perjalanan mudik.
“Gasoline mengalami peningkatan sekitar 12 persen dari konsumsi normal,” kata Roberth.
Sebaliknya, konsumsi BBM jenis solar (gasoil) diperkirakan turun sekitar 14,5 persen seiring pembatasan operasional kendaraan logistik selama masa libur Lebaran.
Untuk komoditas energi lainnya, penyaluran LPG diperkirakan meningkat sekitar 4 persen. Permintaan avtur diproyeksikan naik 2,8 persen seiring peningkatan aktivitas penerbangan, sementara konsumsi minyak tanah diperkirakan naik sekitar 4,2 persen dibandingkan kondisi normal.
Ribuan Infrastruktur Energi Disiagakan
Untuk mendukung kelancaran distribusi energi selama periode mudik, Pertamina menyiagakan berbagai infrastruktur energi di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut meliputi:
- 7.885 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
- 6.777 Pertashop
- 6.662 agen LPG
- 757 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE)
- 223 agen minyak tanah
Selain itu, di jalur-jalur utama mudik, Pertamina juga mengoperasikan 2.074 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, sekitar 6.300 agen LPG siaga, 96 unit layanan modular BBM, serta 62 Kios Pertamina Siaga yang tersebar di 64 titik lokasi strategis.
Layanan Tambahan untuk Pemudik
Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, Pertamina juga menyediakan berbagai layanan tambahan, seperti motoris BBM untuk kondisi darurat di jalur padat serta fasilitas Serambi MyPertamina yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat.
Fasilitas ini tersedia di sejumlah rest area jalan tol, bandara, hingga lokasi wisata.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pertamina Call Center 135 yang beroperasi 24 jam selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 guna memperoleh informasi atau menyampaikan laporan terkait layanan energi.
Dengan kesiapan tersebut, Pertamina optimistis kebutuhan energi masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi secara aman, lancar, dan andal di seluruh Indonesia.








