Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Ketahanan di Atas 21 Hari

0
5

PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal ini didukung oleh produksi kilang yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.

Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan bahwa ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di atas standar minimum.

“Ketahanan stok rata-rata BBM nasional kita di atas 21 hari, bahkan untuk avtur mencapai di atas 30 hari,” ujar Didik dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Kilang Cilacap Jadi Tulang Punggung Energi

Didik menjelaskan, Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam menjaga pasokan energi nasional, terutama saat lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.

https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2021/02/17/area-kilang.jpeg

4

Kilang ini menyumbang sekitar 30 persen kapasitas pengolahan nasional, sehingga berperan vital dalam memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Meski menghadapi tantangan dinamika geopolitik global, Pertamina memastikan operasional kilang tetap berjalan optimal dan distribusi energi ke jalur mudik maupun arus balik dapat dikendalikan dengan baik.

Distribusi Energi Dipastikan Lancar

Anggota Komite BPH Migas, Eman Salman Arief, menambahkan bahwa kesiapan operasional kilang dan distribusi energi telah disiagakan secara maksimal melalui koordinasi lintas sektor.

“Kilang Cilacap memiliki peran strategis sebagai tulang punggung pasokan energi nasional, baik untuk kebutuhan Lebaran maupun kebutuhan harian masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, termasuk rencana pembangunan biorefinery di Kilang Cilacap sebagai bagian dari penguatan energi berkelanjutan.

Fokus pada Keamanan Operasional

Selain memastikan pasokan energi, Pertamina juga menekankan pentingnya penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam operasional kilang.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan produksi sekaligus memastikan keselamatan pekerja dan lingkungan di tengah tingginya aktivitas kilang selama periode Lebaran.

Dengan kesiapan produksi dan distribusi tersebut, Pertamina optimistis kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here