JAKARTA — Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi merupakan langkah yang tepat di tengah tekanan harga minyak dunia.
Menurut Faisal, kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.
Dampak ke Inflasi Dinilai Minim
Faisal menjelaskan bahwa setiap kenaikan harga memang akan berkontribusi terhadap inflasi. Namun, kontribusi BBM non-subsidi relatif kecil dibandingkan BBM subsidi.
“Kontribusi dari BBM non-subsidi terhadap total inflasi jauh lebih kecil dibandingkan BBM subsidi,” ujarnya.
Hal ini karena BBM non-subsidi umumnya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya beli lebih kuat.
Tidak Membebani Masyarakat Rentan
Menurut Faisal, kebijakan ini justru tepat karena tidak menyasar kelompok masyarakat rentan.
- BBM subsidi → digunakan masyarakat luas & sektor distribusi
- BBM non-subsidi → dikonsumsi kalangan mampu
Dengan demikian, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak secara langsung menekan daya beli masyarakat kecil.
Menjaga Kesehatan Keuangan Negara & Pertamina
Faisal juga mengingatkan bahwa jika harga BBM non-subsidi tidak disesuaikan dengan harga global, maka beban akan berpindah ke negara dan PT Pertamina (Persero).
“Kalau tidak dinaikkan, pertanyaannya siapa yang akan menanggung? Ini bisa membebani arus kas Pertamina,” jelasnya.
Penyesuaian harga dinilai penting untuk menjaga:
- Stabilitas keuangan Pertamina
- Keseimbangan fiskal negara
- Keberlanjutan sektor energi
Sesuai Mekanisme Pasar
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar global.
Jenis BBM seperti:
- Pertamax Turbo (RON tinggi)
- Dexlite
- Pertamina Dex
tidak termasuk kategori subsidi dan diperuntukkan bagi konsumen dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.
Kesimpulan
Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai kebijakan yang:
- ✅ Tidak berdampak signifikan pada inflasi
- ✅ Tidak membebani masyarakat kecil
- ✅ Menjaga kesehatan keuangan Pertamina
- ✅ Sesuai mekanisme pasar global
Di tengah gejolak energi dunia, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional tanpa mengorbankan daya beli masyarakat rentan.








