PT Pertamina (Persero) terus memperkuat strategi peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui kolaborasi global di bidang pendidikan, riset, dan teknologi. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan migas konvensional yang telah memasuki fase matang.
Kolaborasi tersebut tercermin dalam pertemuan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dengan Head of Petroleum Engineering Department Colorado School of Mines, Jennifer L. Miskimins. Pertemuan mengusung tema Collaboration for Supporting the Production Increase dengan fokus pada penguatan riset dan pendidikan sebagai fondasi peningkatan produksi migas nasional.
Oki menegaskan bahwa Pertamina saat ini tengah menjalankan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi migas, baik melalui optimalisasi lapangan eksisting maupun pengembangan sumber daya nonkonvensional.
“Pertamina saat ini fokus pada pengembangan lapangan existing sekaligus mendorong pengembangan reservoir non-konvensional,” ujar Oki.
Fokus pada Migas Nonkonvensional
Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan riset bersama untuk reservoir kompleks, teknologi eksploitasi migas nonkonvensional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pendidikan lanjutan dan pertukaran akademik.
Colorado School of Mines dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka dunia di bidang energi dan teknik perminyakan. Kampus asal Amerika Serikat tersebut memiliki keunggulan dalam riset sumber daya nonkonvensional seperti shale oil, tight oil, dan oil shale.
Penguasaan teknologi seperti hydraulic fracturing dan horizontal drilling dinilai penting untuk mendukung transformasi industri hulu migas Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan reservoir berpermeabilitas rendah.
Libatkan Universitas Pertamina
Selain kerja sama bilateral, Pertamina dan Colorado School of Mines juga membahas peluang kolaborasi trilateral yang melibatkan Universitas Pertamina.
Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan program pendidikan bersama, pembentukan pusat riset migas nonkonvensional di Indonesia, serta penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Langkah tersebut dinilai strategis untuk mempercepat alih teknologi, memperkuat kemandirian riset nasional, dan menyiapkan SDM unggul di sektor energi.
Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertamina menilai pengembangan migas nonkonvensional menjadi salah satu strategi penting untuk mengimbangi penurunan produksi alami dari lapangan migas konvensional.
Sumber daya seperti shale oil, tight oil, dan coal bed methane memiliki potensi besar, meskipun membutuhkan teknologi dan rekayasa yang lebih kompleks.
Melalui kolaborasi global berbasis riset, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mempercepat peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Dukung Transisi Energi dan ESG
Selain fokus pada produksi migas, Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Transformasi tersebut dijalankan melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.
Dengan kolaborasi bersama institusi global, Pertamina berharap penguatan produksi migas nasional dapat berjalan seiring dengan pengembangan teknologi, peningkatan kualitas SDM, dan agenda transisi energi nasional.
Kata kunci SEO: Pertamina Colorado School of Mines, produksi migas nasional, migas nonkonvensional, shale oil Indonesia, tight oil, riset migas, ketahanan energi Indonesia, hulu migas Pertamina.








