Harga BBM Indonesia Nomor 2 Paling Murah diantara Negara ASEAN

0
315
Perbedaan Harga BBM Se ASEAN

Di tengah gejolak ekonomi global, harga bahan bakar minyak (BBM) tetap menjadi salah satu komponen vital bagi perekonomian negara. Sebagai penopang produktivitas rumah tangga hingga industri, perubahan harga BBM kerap memengaruhi daya beli masyarakat, inflasi, hingga stabilitas fiskal nasional.

Di Indonesia, penetapan harga BBM mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. Aturan tersebut mengatur formula harga dasar untuk BBM jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU, dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak global.

Dengan mekanisme ini, wajar jika harga BBM di Indonesia sering mengalami penyesuaian mengikuti dinamika pasar internasional. Namun, bagaimana posisi harga BBM Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN?

Malaysia Paling Murah, Indonesia Nomor Dua

Mengutip data Global Petrol Prices, terlihat perbedaan yang cukup signifikan antarnegara ASEAN dalam menetapkan harga BBM. Per 30 Juni 2025, Malaysia menjadi negara dengan harga BBM termurah, yakni hanya Rp7.914 per liter. Harga rendah ini didorong oleh kebijakan subsidi pemerintah Malaysia yang menyasar BBM berkualitas tinggi seperti RON 95.

Malaysia juga menerapkan Automatic Pricing Mechanism (APM), yang membuat harga BBM menyesuaikan dengan fluktuasi minyak dunia. Ketika harga minyak global naik, subsidi ditambah; sebaliknya, jika harga turun di bawah USD 81 per barel, subsidi dikurangi dan pajak diberlakukan.

Indonesia menempati posisi kedua dengan harga rata-rata Rp12.810 per liter. Meski lebih tinggi dari Malaysia, harga BBM di Indonesia masih tergolong murah karena pemerintah tetap mempertahankan subsidi terbatas pada produk tertentu seperti Pertalite dan Biosolar, sehingga harga tetap kompetitif.

Negara Lain di ASEAN

Di bawah Indonesia, harga BBM di kawasan ASEAN bervariasi. Vietnam mencatat harga Rp13.366 per liter, Myanmar Rp16.483 per liter, Kamboja Rp17.778 per liter, dan Laos Rp20.484 per liter. Thailand menetapkan harga Rp21.512 per liter.

Sementara itu, Filipina memiliki harga rata-rata Rp27.585 per liter (kemungkinan ada salah tulis pada sumber sebelumnya Rp7.585 yang tidak masuk akal), dan Singapura menempati posisi termahal dengan Rp34.836 per liter.

Singapura Paling Tinggi, Tanpa Subsidi

Harga tinggi di Singapura dipengaruhi sistem pasar penuh serta kebijakan pajak karbon yang ketat. Negara ini tidak memberikan subsidi BBM, sehingga harga yang dibayarkan konsumen hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here