Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1). Proyek Strategis Nasional ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi terintegrasi merupakan langkah maju bagi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan rakyat, industri, dan perekonomian nasional. Presiden menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut dan menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kemampuan sendiri dalam sektor energi.
Presiden juga menyoroti besarnya potensi sumber daya energi yang dimiliki Indonesia dan menegaskan pentingnya mengelola sumber daya tersebut untuk kepentingan nasional. Pada kesempatan itu, Presiden turut mengapresiasi PT Pertamina (Persero) sebagai national champion dan satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune 500.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa peresmian RDMP Balikpapan merupakan bagian dari Asta Cita Pemerintah, khususnya butir kedua yang menekankan penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara melalui swasembada energi. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur terintegrasi merupakan hasil kolaborasi antara BUMN dan seluruh kementerian untuk mendorong kemandirian energi nasional.
Proyek RDMP Balikpapan menyerap investasi sekitar Rp123 triliun dan menjadi proyek RDMP terbesar di Indonesia. Program ini meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM dan LPG serta menghasilkan produk dengan standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa peresmian infrastruktur energi terintegrasi RDMP Balikpapan merupakan wujud nyata peran Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa proyek ini menjadi tonggak sejarah upaya bangsa dalam meningkatkan kemandirian energi dan menunjukkan kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan energinya sendiri.
Simon menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir yang mencakup fasilitas pipa Senipah dan Terminal BBM Tanjung Batu. Sejumlah fasilitas utama telah diselesaikan, antara lain Single Point Mooring (SPM) untuk kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas besar, Crude Distillation Unit (CDU), serta Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mampu mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah di Lawe-lawe dengan kapasitas masing-masing mencapai satu juta barel. Produk hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan memenuhi standar Euro V yang lebih ramah lingkungan dan mampu menurunkan emisi.
RDMP Balikpapan juga terintegrasi dengan Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer yang menyalurkan pasokan bahan baku energi ke kilang, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang akan melayani distribusi BBM untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Dalam kesempatan tersebut, Simon juga memberikan apresiasi kepada ribuan Perwira Pertamina yang terlibat dalam pembangunan proyek. Menurutnya, keberhasilan RDMP Balikpapan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan aset, tetapi juga oleh dedikasi sumber daya manusia yang bekerja dengan standar keselamatan tinggi di tengah kompleksitas dan risiko proyek.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang menekankan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan perlindungan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional.








