Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya menjaga pasokan energi nasional tetap aman dan terjangkau di tengah dinamika geopolitik global. Selain menjamin ketersediaan, pemerintah juga mempercepat langkah menuju kemandirian energi dengan mengurangi ketergantungan impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pasokan, tetapi juga menyangkut kedaulatan ekonomi nasional.
“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal kedaulatan dan keberlanjutan ekonomi nasional. Pemerintah akan memastikan energi tetap tersedia dan terjangkau,” ujarnya.
Kebutuhan Energi Tinggi, Impor Masih Dominan
Saat ini, kebutuhan energi Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik baru sekitar 605 ribu barel per hari. Artinya, hampir 1 juta barel per hari masih harus dipenuhi melalui impor.
Sebagian impor tersebut bahkan melewati jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang rentan terhadap konflik geopolitik Timur Tengah.
“Kondisi ini membuat Indonesia masih bergantung pada impor, sehingga kita harus memperkuat strategi domestik,” jelas Bahlil.
Strategi Pemerintah: Tingkatkan Kilang & Diversifikasi Energi
Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah menempuh sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Meningkatkan kapasitas kilang domestik (termasuk proyek di Balikpapan)
- Diversifikasi sumber impor energi
- Optimalisasi produksi minyak dalam negeri
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka menengah hingga panjang.
Dorong Energi Alternatif: DME dan Biodiesel B50
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mengembangkan energi substitusi:
1. DME (Dimethyl Ether)
- Berasal dari hilirisasi batu bara
- Ditargetkan menggantikan LPG impor
- Mengurangi ketergantungan energi luar negeri
2. Biodiesel B50
Program ini merupakan kebijakan strategis yang didorong Presiden Prabowo Subianto, dengan implementasi mulai 1 Juli 2026.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kebijakan ini berpotensi:
- Menghemat subsidi hingga Rp48 triliun
- Mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun
Capaian: Impor Solar Berhasil Dihentikan
Pemerintah mencatat kemajuan penting dalam sektor energi:
- Impor solar (diesel) berhasil dihentikan
- Kapasitas pengolahan dalam negeri meningkat
Namun, tantangan masih tersisa pada:
- Impor bensin
- Ketergantungan LPG
Kesimpulan: Menuju Kedaulatan Energi Nasional
Dengan kombinasi kebijakan peningkatan kilang, pengembangan energi alternatif, dan efisiensi konsumsi, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat ketahanan energi.
Di tengah tekanan global, satu hal dipastikan:
👉 pasokan energi tetap aman, harga tetap terjangkau, dan kemandirian energi terus dikejar.








