Bahlil Ungkap Biangkerok Polusi Udara Jakarta, Ternyata ini!

0
359

Seputarenergi – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengangkat isu serius terkait polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta. Menurutnya, masalah ini disebabkan oleh penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dan bahan bakar fosil.

Dalam sebuah Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahlil menjelaskan, “Polusi di Jakarta ini terlalu tinggi akibat karena kita memakai batu bara dan memakai fosil.”

Dalam konteks ini, Bahlil menekankan pentingnya beralih ke sumber energi hijau, termasuk penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Untuk mendorong industri ini, Bahlil mengidentifikasi komoditas unggulan yang sangat relevan, yaitu nikel.

“Nikel salah satu komoditas yang saat ini strategis karena orang ke depan akan pakai green energy,” ucapnya.

Indonesia, sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, memiliki peluang besar untuk membangun industri produksi baterai kendaraan listrik sendiri. Bahlil menjelaskan, “Baterai cell komponennya adalah nikel, mangan, cobalt dan lithium. Dan kita Indonesia punya cadangan nikel 25% dunia. Jadi ini kita betul-betul Tuhan memberikan kita luar biasa.”

Namun, pandangan Bahlil ini berbeda dengan pandangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Menurutnya, polusi udara di Jakarta bukan hanya karena hasil pembuangan PLTU batu bara. Siti menyampaikan, penggunaan PLTU batu bara hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap polusi udara di Jakarta.

“Bisa dikatakan bahwa polusi ini bukan karena PLTU begitu ya. Apalagi kalau dilihat dari hasil studi, penggunaan batu bara yang berpengaruh ke Jakarta sih nggak nyampe 1%,” kata Siti usai melakukan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Perbedaan pandangan ini menyoroti kompleksitas permasalahan polusi udara dan perlunya pendekatan holistik dalam menangani masalah ini. Sementara Bahlil menggarisbawahi pentingnya energi hijau dan potensi nikel untuk industri baterai, Siti Nurbaya menunjukkan perlunya penilaian ilmiah yang mendalam untuk memahami penyebab polusi secara komprehensif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here